Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri memperbaiki-water-dispenser. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri memperbaiki-water-dispenser. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Memperbaiki Water Dispenser

Memperbaiki “water-dispenser” tidaklah terlalu rumit, ia sanggup diperbaiki walaupun oleh orang yang belum banyak mengerti ihwal elektronik.  Skema dasar dispenser diperlihatkan pada gambar berikut :

 ia sanggup diperbaiki walaupun oleh orang yang belum banyak mengerti ihwal elektronik Memperbaiki Water Dispenser

Gambar di atas yaitu denah elektronik water-dispenser standar yang hanya memiliki fungsi pemanas (hot water-dispenser).
Bagian elektrik terpenting dispenser yaitu main-switch (saklar utama) yang biasanya berada di belahan belakang sebelah kanan atas, thermostat mekanik (saklar-off peka suhu) yang melekat pada body tabung pemanas air, dan heating-element (elemen pemanas) yang berada di dalam tabung pemanas air.
Main-switch (switch utama) yaitu saklar untuk mengaktifkan belahan pemanas pada dispenser.  Ketika saklar ini ditaruh pada posisi on maka arus listrik akan mengalir ke rangkaian pemanas.  Dalam kondisi normal thermostat akan menyambungkan sehingga heating-element mendapat pedoman arus listrik. Proses pemanasan air di dalam tabung pemanas pun dimulai.  Lampu indikator merah kemudian menyala.
Ketika suhu air di dalam tabung pemanas telah mencapai 70 atau 85ºC (tergantung type thermostat yang digunakan) thermostat akan memutus pedoman arus ke heating-element.  Proses pemanasan air di dalam tabung pemanas kemudian tidak boleh dan lampu indikator hijau kemudian menyala.  Pemanasan air di dalam tabung pemanas akan kembali terjadi apabila suhu air telah merosot beberapa derajat dari 70 atau 85ºC, yaitu dengan aktifnya kembali thermostat menyambungkan dan memberi pedoman arus listrik kepada heating-element.

Kerusakan umum water-dispenser.
Kerusakan yang akan dibicarakan di sini yaitu kerusakan yang sifatnya “elektris” dan bukan kerusakan fisik ibarat kran air yang patah atau slang air ke tabung pemanas yang bocor.  Kerusakan elektris dispenser yang sering terjadi yaitu rusaknya main-switch atau tidak berfungsinya thermostat.  Apabila main-switch rusak maka lampu indikator apapun tidak ada yang menyala (Led 1 hingga dengan Led 4 semuanya mati).  Dan apabila thermostat rusak maka lampu indikator power (Led 3) tetap menyala, namun indikator pemanas merah dan hijau (Led 1 dan Led 2) tidak menyala.
Main-switch sanggup diganti sendiri dengan membelinya di toko spare-parts elektronik, begitu juga dengan thermostat.  Cabut saja komponen yang rusak dan bawa misalnya ke toko elektronik untuk mendapat penggantinya.   Jika tidak ada yang persis sama maka sanggup diganti dengan type ekuivalen yang mendekati sama, yang penting saat dipasang ke tempatnya sanggup pas tanpa ada masalah.

 ia sanggup diperbaiki walaupun oleh orang yang belum banyak mengerti ihwal elektronik Memperbaiki Water Dispenser

Sebagian water-dispenser memakai thermostat mekanik dengan sensor suhu 70ºC sedangkan sebagian lagi memakai sensor suhu 85ºC.  Bahkan ada juga yang memakai sensor suhu 95ºC (mendekati titik didih).  Dalam hal ini tidak terlalu persoalan mengganti heat-switch 70ºC dengan yang 85ºC atau sebaliknya.  Akan tetapi jikalau thermostat aslinya yaitu 70ºC sedangkan penggantinya yaitu 95ºC sebaiknya dipertimbangkan ulang untuk menggantinya, alasannya yaitu dikhawatirkan material fisik yang bersinggungan eksklusif dengan air yang dipanaskan tidak dibentuk untuk tahan terhadap suhu setinggi itu dalam penggunaan yang lama.

Memastikan kerusakan water-dispenser.
Meskipun telah sanggup diketahui ihwal ciri kerusakan main-switch dan ciri kerusakan thermostat, ada baiknya kerusakan itu dipastikan lagi semoga tidak ada keraguan tentangnya.
Yang pertama dilakukan yaitu melihat perkabelan yang tersambung ke main-switch atau thermostat, adakah yang lepas atau putus lantaran gigitan hewan ibarat kecoak atau tikus-tikus kecil.  Bisa jadi kerusakan disebabkan oleh hal itu.   Jika tidak ada persoalan maka dilakukan pengetesan terhadap main-switch atau thermostat.
Gunakan AVO-meter pada posisi Ohm X1 dan lakukan pengetesan kontak.  Ketika melaksanakan pengetesan sambungan ke sumber AC 220V harus dilepas terlebih dahulu, jangan hingga lupa.
Mengetest main-switch yaitu dengan cara menempelkan kedua tuas AVO-meter ke pin-pin sambungan main-switch kemudian ia di-on-kan.  Apabila jarum tester terlihat bergerak maka main-switch dalam keadaan baik, jikalau tidak maka berarti main-switch sudah rusak dan perlu diganti.
Mengetest thermostat yaitu dengan cara menempelkan kedua tuas AVO-meter ke pin-pin sambungannya. Apabila jarum tester terlihat tidak bergerak maka dipastikan thermostat telah rusak dan perlu diganti.
Terakhir, sebelum mengganti komponen yang rusak pastikan bahwa heating-element tidak rusak (putus).  Test pada kedua terminal heating-element (ada di belahan bawah tabung pemanas air) dengan AVO-meter OhmX10.  Apabila jarum tester bergerak (meskipun tidak penuh) maka berarti heating-element masih bagus.
Pengetesan heating-element cukup perlu semoga tidak sia-sia mengganti komponen yang rusak, alasannya yaitu jikalau heating-element sudah rusak tidak ada perlunya lagi mengganti main-switch atau thermostat.
Cukup ucapkan saja selamat tinggal kepada dispenser...

Keep happy repairing!

Tulisan ihwal perbaikan water dispenser lainnya :
Memperbaiki dispenser panas-dingin

Tulisan selanjutnya ihwal reparasi peralatan elektronik rumah :
Memperbaiki Rice-Cooker.
Memperbaiki setrika listrik .

Memperbaiki Dispenser Panas-Dingin (1)

dispenser yang sanggup memanaskan dan mendinginkan air  Memperbaiki Dispenser Panas-Dingin (1)
Kini, water-dispenser yang sanggup memanaskan dan mendinginkan air (hot and cold water-dispenser) telah marak dipakai di rumah-rumah. Seiring dengan penggunaannya, kasus-kasus kerusakannya pun sering terjadi.
Sulitkah memperbaiki dispenser panas-dingin?
Apakah sistem pendinginannya sama menyerupai refrigerator pada lemari es atau kulkas?

Memperbaiki dispenser panas-dingin tidaklah terlalu sulit. Sistem pendinginannya lebih sederhana daripada sistem pendinginan lemari es/kulkas, lantaran itu memperbaikinya pun akan menjadi lebih mudah.
Secara ringkas, sirkit kelistrikan dispenser panas-dingin digambarkan dalam skema-blok sebagai berikut :

dispenser yang sanggup memanaskan dan mendinginkan air  Memperbaiki Dispenser Panas-Dingin (1)

Pada dispenser panas-dingin, terdapat dua tangki di potongan dalamnya. Satu tangki untuk pemanasan air (water-heater tube) dan satu tangki untuk pendinginan air (cooler tank).
Tentang pemanasan air di dalam tangki/tabung pemanas tak ubahnya water-dispenser biasa, sebagaimana telah dijelaskan secara detil pada goresan pena sebelumnya : Memperbaiki hot water-dispenser .

dispenser yang sanggup memanaskan dan mendinginkan air  Memperbaiki Dispenser Panas-Dingin (1)

Cara kerja dispenser pendingin.
Pendinginan di dalam tangki pendingin berlangsung secara sederhana, tanpa melibatkan gas freon, kompressor beserta instalasinya, tetapi memakai lempeng pendingin “solid-state”, yaitu Thermo Electric Cooler (TEC).
TEC sering juga disebut dengan pendingin Peltier, yaitu pendingin yang bekerja menurut prinsip “pemompaan panas”.
Ulasan singkat wacana TEC sanggup disimak dengan berkunjung ke goresan pena di sini : TEC atau Pendingin Peltier .

Pada lempengan TEC terdapat dua kabel elektroda. Apabila kepada dua kabel ini diberikan tegangan DC, maka satu sisi lempengannya akan memancarkan panas, sedangkan pada sisi yang sebelahnya akan mengabsorbsi panas sehingga efeknya ialah pendinginan.
Sisi lempengan yang mengabsorbsi panas ditempelkan ke satu potongan tangki pendingin (biasanya berbentuk persegi) untuk mendapat imbas pendinginan pada tubuh tangki. Tangki pendingin ditutup dengan lapisan stiryfoam semoga suhu hangat dari luar tidak mengintervensi suhu tubuh tangki.
Sementara itu pada sisi lempengan yang memancarkan panas ditempelkan heatsink/penyerap panas dan kemudian panas yang terserap oleh heatsink tersebut disedot atau disemburkan ke luar oleh sebuah kipas penyedot.

dispenser yang sanggup memanaskan dan mendinginkan air  Memperbaiki Dispenser Panas-Dingin (1)

Pemberian tegangan DC kepada lempengan TEC ini dilakukan melalui sebuah power-supply khusus yang menghasilkan tegangan DC 12V dengan arus antara 6 - 9A. Power-supply ini akan aktif menunjukkan tegangan DC kepada TEC apabila saklar power-nya (yaitu switch dingin/cold yang berwarna hijau) di-on-kan.

dispenser yang sanggup memanaskan dan mendinginkan air  Memperbaiki Dispenser Panas-Dingin (1)

Kerusakan umum dispenser panas-dingin.
Di antara kerusakan-kerusakan dispenser panas-dingin yang sering terjadi ialah :
1.Tidak sanggup memanaskan air
2.Tidak sanggup mendinginkan air
3.Air sulit untuk dingin
4.Mati total.

(1)Kerusakan pada poin pertama ialah kerusakan pada potongan pemanas. Tentang kerusakan pada potongan ini telah diterangkan sebelumnya dalam ulasan : Memperbaiki hot water-dispenser, silahkan melihat kepada goresan pena tersebut dengan link yang telah diberikan di atas.

(2) Kerusakan pada poin kedua ialah kerusakan khusus pada potongan pendingin. Dispenser sanggup memanaskan air (Led indikator POWER dan HOT menyala) tetapi tidak sanggup mendinginkan air meskipun sakklar/switch “dingin” atau “cold” telah di-on-kan, dan LED indikator “cold” pun sudah menyala.
Kerusakan yang menyerupai ini sanggup disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya :
a.Ada potongan perkabelan pada instalasi potongan pendingin yang putus
b.Switch “dingin” atau “cold” rusak
c. Power-supply untuk TEC rusak
d. TEC rusak.

Untuk kerusakan pada sub poin a : Bukalah tutup body belakang dispenser dan periksa perkabelan yang terhubung antara switch cuek dengan rangkaian power-supply TEC. Dispenser yang sempat tidak dipakai beberapa usang adakalanya dimasuki hewan kecil menyerupai kecoak atau tikus yang sering merusak kabel. Jika memang ada kabel yang genting/rusak atau putus biasanya sudah sanggup terlihat oleh mata. Jika ternyata tidak ada kabel yang rusak atau putus maka dilanjutkan investigasi untuk kerusakan pada poin b.

Untuk kerusakan pada sub poin b : Sambungkan dispenser dengan listrik AC 220V kemudian on-kan switch dingin. Switch cuek mungkin rusak kalau Led indikator “cold” tidak menyala.
Lepaskan sambungan listrik 220V dan cabutlah switch cuek tersebut. Lakukan pengetesan kontaknya dengan AVO-meter posisi Ohm x1 atau Ohm x10. Apabila kontaknya ternyata memang sudah tidak menyambungkan lagi, gantilah switch tersebut dengan type yang sama.

Untuk kerusakan pada sub poin c dan d : Sambungkan dispenser dengan listrik AC 220V kemudian on-kan switch dingin.
Led indikator “cold” menyala?
Jika menyala, berarti kerusakan memang bukan pada switch dingin, tetapi pada potongan setelahnya, yaitu power-supply untuk TEC atau TEC-nya yang rusak.
Pembahasan wacana kerusakan-kerusakan ini akan tidak mengecewakan panjang, lantaran itu akan dilanjutkan ke goresan pena khusus selanjutnya : Memperbaiki dispenser panas-dingin (2), kerusakan power-supply TEC .
Link-nya akan diberikan di selesai goresan pena ini.

(3)Kerusakan pada poin ketiga sanggup disebabkan oleh tidak maksimalnya kinerja pendinginan TEC. Masalahnya sanggup jadi berasal dari pasta pendingin yang melumuri kedua sisi lempeng TEC telah mengering. Bukalah heatsink TEC dan periksalah, apakah pasta putih yang melumuri kedua sisi TEC telah mengering atau masih berbentuk pasta. Jika telah mengering, bersihkan bekas-bekas pasta yang usang dan kemudian lumuri dengan pasta yang baru.
Pendinginan yang tidak maksimal juga sanggup disebabkan oleh putaran kipas penyedot yang melemah. Panas yang dihasilkan sisi luar TEC seharusnya sanggup dibuang secara maksimal oleh sedotan kipas. Ketika kipas kurang berfungsi dengan baik, panas akan terlalu tinggi sehingga mengintervensi sisi pendingin TEC. Pendinginan pun akan menjadi tidak maksimal.
Kipas yang nyata-nyata sudah melemah putarannya sebaiknya diganti saja dengan yang baru.
Namun yang juga perlu dipastikan, apakah tegangan suplai untuk kipas memang telah cukup ataukah tidak?
Kipas penyedot mengambil tegangan suplai dari keluaran DC power-supply TEC sebesar 12V.
Tegangan keluaran power-supply TEC sebaiknya diperiksa juga apakah sempurna 12V ataukah kurang dari itu. Tegangan keluaran power-supply TEC yang merosot terlalu rendah selain melemahkan putaran kipas, juga mengakibatkan kurangnya suplai tegangan untuk TEC sehingga beliau pun tidak bekerja dengan baik pula.
Jika tegangan keluaran power-supply TEC kurang dari 12V maka yang perlu diperbaiki ialah power-supply TEC-nya.

(4)Kerusakan pada poin keempat (mati total), ditandai dengan tidak menyalanya semua Led indikator (Power, Hot, dan Cold). Jika ini yang terjadi, maka yang perlu diperiksa ialah :
a.Kabel power AC 220V
b.Perkabelan-perkabelan penghubung antara kabel power dengan switch panas dan switch dingin
c.Switch panas dan switch dingin
d.Sekering/fuse (jika ada)
e.Power-supply TEC.

Untuk sub poin a : Check dua kabel yang terdapat di dalam kabel power AC 220V memakai AVO-meter posisi Ohm x1 atau Ohm x10. Apakah salah-satunya ada yang putus/tidak tersambung?
Jika ada maka gantilah kabel power tersebut. Jika kabel power ternyata OK lanjutkan ke investigasi berikutnya.

Untuk sub poin b : Lakukan investigasi terhadap semua kabel yang terhubung dari kabel power ke switch panas dan switch dingin, termasuk pada tautan-tautan sambungannya. Jika perlu keluarkan switch panas dan switch cuek semoga tampak lebih jelas. Tidak tertutup kemungkinan adanya solderan yang terlepas.

Untuk sub poin d dan e : Sekering (jika ada) biasanya terdapat di papan rangkaian power-supply TEC. Keluarkan papan rangkaian tersebut dan lihatlah kalau ada sekering di situ mungkin telah putus. Jika ada dan telah putus, gantilah sekering dengan ukuran yang sama kemudian lakukan pengetesan dengan menyambungkan dispenser ke listrik AC 220V. Apabila sekering putus lagi, lihatlah pada papan rangkaian power-supply TEC. Apakah terlihat ada komponen yang menghitam terbakar?
Ada atau tidak ada komponen yang terlihat terbakar, kerusakan ini sudah sanggup dipastikan bersumber dari power-supply TEC.
Selanjutnya : Memperbaiki dispenser panas-dingin (2), kerusakan power-supply TEC .

Happy repairing!

Memperbaiki Rice-Cooker

Memperbaiki “rice-cooker” (penanak-nasi elektrik) tidaklah sulit, modalnya hanya berani membongkar dan sedikit ketelitian.  Jika sudah bisa membongkar dan menutupnya (memasangnya) kembali tanpa ada masalah, kemungkinan besar bahwasanya sudah bisa untuk memperbaiki sebuah rice-cooker, alasannya ialah bagi para pemula memang di situlah faktor kesulitan terbesarnya.
Pada goresan pena sebelumnya telah dibahas ihwal bagaimana memperbaiki water dispenser, dalam : Memperbaiki Water Dispenser.
Lanjutannya kali ini mungkin akan menjadi tidak terlalu sulit lagi jikalau sudah mulai terbiasa membongkar-pasang peralatan elektronik.

Bagian elektrik rice-cooker tidaklah terlalu rumit.
Tetapi sebagai awalan yang sempurna dalam tekhnik reparasi peralatan elektronik apapun, ada baiknya untuk bisa mengerti (meskipun sedikit) ihwal cara kerja peralatan elektronik yang akan diperbaiki.

 modalnya hanya berani membongkar dan sedikit ketelitian Memperbaiki Rice-Cooker

Gambar di atas ialah denah elektrik salah satu tipe rice-cooker berikut magic-jar yang banyak beredar di pasaran.
Bagian elektrik terpenting dari rice-cooker ialah “leaf-switch”, sensor panas magnetik, dan “heating-element” (elemen pemanas).
Leaf-switch ialah saklar utama yang terkait dengan tuas/tangkai pemindah posisi “cook” (memasak) atau “warm” (menghangatkan).  Apabila tangkai pemindah posisi ditekan ke bawah (posisi “cook”) maka kontak leaf-switch akan menyambungkan sumber AC 220V ke elemen pemanas untuk memasak (heating-element). Elemen pemanas ini akan memanasi logam daerah duduk panci dengan panas yang tinggi.  Panci nasi dari besi yang berisi beras dan air akan terpanasi pada potongan bawahnya, sementara itu sensor panas magnetik yang berada di tengah lubang logam daerah duduk panci akan melekat pada potongan bawah-tengah panci lantaran sifat kemagnetannya.  Sensor panas magnetik tertaut kepada ujung tangkai pemindah posisi.  Dengan demikian tangkai pemindah posisi akan tetap pada posisinya selama sensor panas magnetik masih memiliki medan magnet dan melekat di potongan bawah panci.  Inilah saat-saat nasi sedang dimasak, Led1 menyala.

Setelah sekian waktu panci terpanasi dan begitu juga sensor panas magnetik yang melekat di potongan bawahnya maka air di dalam panci akan menyusut drastis, membuktikan nasi sudah siap matang.  Sensor panas magnetik akan mendapat limpahan panas yang lebih besar dari panci sampai hilang sifat kemagnetannya.  Pada dikala itulah tangkai pemindah posisi akan jatuh ke posisi bawah (posisi “warm”) lantaran sensor panas magnetik sudah tidak melekat lagi pada panci. Led2 akan menyala yang membuktikan memasak telah selesai.

Pada posisi warm itu, tombol kecil yang ada pada leaf-switch tertekan oleh tangkai pemindah posisi yang jatuh ke bawah sehingga kontak pun berpindah sambungan.  Kontak leaf-switch sekarang menyambungkan sumber AC 220V kepada elemen penghangat (warming-element).  Namun di situ ada reed-relay (relay lidi) yang berada di dalam sebuah magnet silindris yang melekat pada sisi potongan dalam rice-cooker.
Akibat terkena panas pada tinggi tertentu magnet silindris ini akan kehilangan sifat kemagnetannya sehingga reed-relay memutus sambungan ke elemen penghangat.  Nasi tidak dihangatkan apabila panas masih tinggi.
Apabila suhu telah turun sampai ke batas minimal tertentu, maka magnet silindris akan kembali memiliki medan magnet yang cukup untuk menggerakkan kontak reed-relay menyambungkan tegangan AC 220V kepada elemen penghangat.
Penghangatan nasi gres mulai terjadi pada poin ini.

Kerusakan umum rice-cooker.
Sebelumnya perlu dikenali terlebih dahulu bagian-bagian dari rice-cooker, perhatikanlah gambar berikut :

 modalnya hanya berani membongkar dan sedikit ketelitian Memperbaiki Rice-Cooker

A ialah thermal-fuse, B ialah terminal-terminal elemen pemanas (heating-element), C ialah Leaf-switch, dan D ialah ujung tangkai pemindah posisi di mana sensor panas magnetik tertaut.

Di antara kerusakan rice-cooker yang sering terjadi ialah :
  • 1.Tidak bisa memasak dan tidak bisa menghangatkan (disfungsi total).
  • 2.Nasi belum matang tetapi tangkai pemindah posisi sudah kembali ke posisi warm.
Kerusakan pada poin pertama disebabkan oleh tegangan AC 220 yang tidak masuk ke dalam rangkaian elektrik rice-cooker.  Hal ini biasanya terjadi lantaran thermal-fuse (sikring panas) telah putus. Dengan mengganti thermal-fuse maka semua akan kembali normal.  Namun ada hal yang perlu diperhatikan bahwa penggantian thermal-fuse dihentikan dengan cara disolder.  Penyambungan antara kabel dengan salah satu kaki elektroda thermal-fuse harus dengan cara dijepitkan, perhatikanlah cara penyambungan aslinya dan buatlah yang sama ibarat itu.

Kerusakan pada poin kedua disebabkan lantaran sensor panas magnetik sudah tidak cantik lagi kemagnetannya.  Dengan mengganti sensor panas magnetik dengan yang gres (bukan yang bekas) maka proses memasak akan kembali normal.  Perhatikanlah dengan baik bagaimana sensor panas magnetik itu tertaut kepada tangkai pemindah posisi.  Lepaskanlah dengan hati-hati dan pasang yang gres persis sebagaimana pemasangan yang lama.
Terakhir, perlu dilakukan pengetesan terhadap elemen pemanas biar penggantian komponen yang rusak tidak sia-sia.  Gunakan AVO-meter pada posisi Ohm X10, tempelkan kedua ujung tuas AVO-meter kepada dua terminal elemen pemanas. Apabila jarum penunjuk AVO-meter bergerak, berarti elemen pemanas masih baik.
Tetapi apabila jarum penunjuk tidak bergerak maka tidak perlu repot-repot mengganti komponen yang rusak, cukup ucapkan saja selamat tinggal kepada rice-cooker....

Keep happy repairing!


Tulisan ihwal perbaikan peralatan elektrik rumah-tangga yang lain :
Memperbaiki Setrika listrik
Memperbaiki kipas angin .

Memperbaiki Dispenser Panas-Dingin (2), Kerusakan Power-Supply Tec

Tulisan ini yakni lanjutan dari goresan pena sebelumnya : Memperbaiki dispenser panas-dingin (1) .

Apa yang diulas di sini masih berafiliasi akrab dengan goresan pena sebelumnya tersebut.

TEC atau Pendingin peltier pada kebanyakan dispenser panas-dingin umumnya memerlukan suplai tegangan DC 12V dengan arus antara 6 hingga dengan 9A. Keperluan tegangan dan arus ini disuplai dari sebuah power-supply khusus untuk TEC. Ketika power-supply ini rusak, dispenser tidak sanggup mendinginkan air lagi.

Sistem power-supply untuk TEC.
TEC selalu membutuhkan suplai arus yang besar, yaitu antara 6 - 9A. Sebagian model TEC malah ada yang memerlukan suplai arus hingga 10A atau lebih.
Apabila keperluan itu disuplai dari sebuah power-supply konvensional yang melibatkan tranformator daya berinti besi, tentu akan sangat tidak efisien karena terlalu berat dan besar. Karena itu power-supply TEC dibentuk dengan sistem SMPS (Switching-Mode Power-Supply).

SMPS untuk TEC biasanya yakni dari tipe “half-bridge”, tipe yang juga umum dipakai pada power-supply komputer/PC. Tipe ini cukup manis untuk mengeluarkan tegangan-tegangan rendah namun dengan arus yang besar-besar.
Secara praktis, bagan blok rangkaian SMPS tipe half-bridge digambarkan sebagai berikut :

Tulisan ini yakni lanjutan dari goresan pena sebelumnya  Memperbaiki dispenser panas-dingin (2), kerusakan power-supply TEC

Pada gambar di atas diperlihatkan bagan blok rangkaian SMPS tipe half-bridge untuk TEC.
Generator atau unit kontrol menghasilkan sinyal-sinyal non-sinus untuk diumpankan ke sepasang transistor driver yang bekerja secara “push-pull”. Transistor driver kemudian menguatkan sinyal itu dan memberikannya kepada dua transistor power-output melalui penginduksian transformator power-input (Tr1). Dua transistor power-output kemudian menguatkan sinyal hingga ke taraf yang cukup kuat.
Dalam bekerja, dua transistor power-output mendapat suplai tegangan +300V, yaitu tegangan yang didapatkan dari hasil penyearahan tegangan AC 220V secara pribadi oleh empat dioda yang terangkai secara “bridge” dan diratakan oleh susunan seri dua kondensator filter pada main-power unit.
Sinyal yang telah cukup berpengaruh kemudian dimasukkan ke transformator power-output (Tr2) melalui sebuah kondensator kopel, risikonya yakni tegangan keluaran di gulungan sekundernya yang kemudian disearahkan oleh komponen-komponen penyearah (yaitu dioda CT jenis schottky) dan diratakan oleh sebuah kondensator filter.
Tegangan DC hasil penyearahan dioda CT dan perataan kondensator filter inilah yang kemudian menjadi tegangan keluaran untuk mensuplai TEC dan kipas penyedot panas yang melekat di heatsink TEC. Level tegangan ini (12V) diumpan-balikkan ke sirkit “error-correction amp” pada unit kontrol untuk mendapat kestabilannya.

Kerusakan-kerusakan power-supply TEC pada dispenser.
Di antara kerusakan-kerusakan yang sanggup terjadi pada power-supply TEC yakni :
1.Tegangan keluaran menurun level-nya
2.Tegangan keluaran tidak stabil
3.Tidak ada tegangan keluaran
4.Mati total.

(1)Kerusakan pada poin pertama berefek kinerja pendinginan berlangsung tidak tepat dan kipas penyedot panas tampak berputar melemah.
Penyebabnya yakni turunnya tegangan keluaran jawaban kondensator filter di sirkit keluaran telah rusak. Perhatikan gambar kepingan final dari pola bagan rangkaian power-supply TEC berikut ini :

Tulisan ini yakni lanjutan dari goresan pena sebelumnya  Memperbaiki dispenser panas-dingin (2), kerusakan power-supply TEC

Skema rangkaian diambil dari power-supply TEC dispenser panas-dingin merek Sanex. Untuk merek lain rangkaiannya mungkin mirip, namun nilai dan penomoran komponennya yang berbeda-beda. Kondensator filter di sirkit keluaran pada gambar di atas yakni C10 yang berkapasitas 1000µF.

Tulisan ini yakni lanjutan dari goresan pena sebelumnya  Memperbaiki dispenser panas-dingin (2), kerusakan power-supply TEC

Untuk memastikan bahwa tegangan keluaran memang telah menurun, ukurlah tegangan di antara dua solderan kaki C10 dengan AVO-meter posisi DCV 50V. Akan tampak level tegangan di bawah 12V.
Dengan mengganti kondensator filter tersebut, tegangan akan kembali normal.

(2)Kerusakan pada poin kedua sering disebabkan oleh kondensator filter di kepingan main-power unit ada yang sudah rusak/kering. Terdapat dua kondensator/elco besar di situ yang masing-masingnya berkapasitas 100µF/200V.
Untuk memastikannya, ukurlah terlebih dahulu tegangan antara jalur +300V dengan gnd p memakai AVO-meter posisi DCV 500, jikalau ada kondensator filter yang rusak maka tegangan akan turun hingga sebesar 180V atau lebih sedikit.
Cabut kedua kondensator dan check kapasitas keduanya. Jika ada yang rusak atau menurun kapasitasnya gantilah dengan yang baru.

(3)Kerusakan pada poin ketiga berefek dispenser tidak sanggup mendinginkan padahal switch dingin/cold telah di-on-kan dan Led indikator “cold” telah menyala. Akan tampak bahwa kipas pun tidak berputar.
Kerusakan sanggup dipastikan dengan melaksanakan pengukuran terhadap tegangan keluaran, tidak terukur adanya tegangan DC 12V. Padahal tegangan +300V di kepingan main-power unit ada.
Kerusakan ibarat ini biasanya terjadi jawaban transistor power-output ada yang tidak bekerja karena tidak mendapat tegangan bias bagi basisnya. Tegangan bias ini disediakan oleh resistor-resistor bernilai Ohm besar yang terhubung antara kolektor dan sirkit basisnya.
Pada gambar di atas resistor-resistor itu yakni : R32, R32’, R41 dan R41’. Jika salah satu dari resistor-resistor itu rusak (putus), transistor tidak akan bekerja. Cabut resistor untuk di-check, apakah nilai Ohm-nya masih sesuai ketentuan ataukah sudah melenceng membesar atau bahkan putus (tidak memperlihatkan nilai Ohm lagi).

Kemungkinan kerusakan lainnya yakni rusaknya transistor power-output. Kerusakan yang adakalanya terjadi yakni bukan short-nya kolektor-emitor transistor, tetapi kerusakan pada basis-emitornya. Karena itu transitor perlu dicabut untuk dilakukan pengetesan apakah ia masih baik ataukah tidak.
Bagi yang belum mengerti, lihat caranya dalam : Pengetesan transistor NPN .

Apabila pengukuran tegangan +300V dan pengecekan semua komponen yang telah disebutkan di atas tidak mengindikasikan adanya problem tetapi tegangan keluaran 12V tetap tidak ada, kemungkinan kerusakan lainnya yakni : rusaknya transformator Tr1 atau Tr2, rusaknya kondensator kopel C16.

(4)Kerusakan pada poin keempat ditandai dengan tidak adanya tegangan +300V di main-power unit. Pada kerusakan yang parah, akan tampak bekas-bekas hangus terbakar di antara komponen-komponen power-supply.
Yang biasanya rusak yakni : T6, T7, R35, R38, dan empat dioda penyearah (1N4007) di kepingan main-power. Semua komponen-komponen itu perlu di-check untuk memastikan kerusakannya.
Kondensator C13 dan C14 ada baiknya di-check juga, karena pada kerusakan yang parah kedua kondensator itu adakalanya ikut rusak.
T6 dan T7 (tipe 13005) dalam prakteknya sanggup diganti dengan tipe lain ibarat C2335, C4242, atau 13007.

Tulisan perbaikan dispenser lainnya : Memperbaiki hot water-dispenser .

Happy repairing!

Memperbaiki Blender

Mau coba memperbaiki sendiri blender rusak di rumah Memperbaiki Blender
Mau coba memperbaiki sendiri blender rusak di rumah?
Coba saja, sanggup jadi kerusakannya memang tidak berat.
Inilah sedikit ulasannya.

Sekilas perihal blender.
Blender rumah-tangga elektrik menerapkan sistem motor putar sebagaimana yang diterapkan pada mixer, alat potong tekstil, gerinda, atau bor listrik.
Mereka memiliki dua pecahan gulungan/kumparan yang berbeda, satu pecahan yaitu gulungan stator (gulungan diam) dan satunya lagi yaitu gulungan rotor (gulungan bergerak) yang terdapat pada sela-sela pecahan tengah as rotor yang bergerak.

Mau coba memperbaiki sendiri blender rusak di rumah Memperbaiki Blender

Gulungan pada rotor terhubung secara elektrik melalui dua batang “arang kontak” (brush) yang terdapat di dalam “brush-holder” kiri dan kanan. Melengkapi sirkit kedua gulungan dipasang sebuah dioda tegangan tinggi.
Ketika tegangan listrik AC diberikan, satu belahan tegangan tertentu akan menghasilkan medan magnet yang sama antara besi stator dan satu sisi as rotor sehinga terjadi tolak-menolak yang berpengaruh di antara kedua besi inti gulungan (stator dan rotor). Di sisi sebelahnya, justeru yang terjadi yaitu tarik-menarik lantaran medan magnet yang terbentuk saling berbeda.
As rotor kemudian bergerak satu langkah, sampai sisi lainnya dari as rotor akan berhadapan dengan sisi besi stator, maka kembali lagi terjadi tolak-menolak yang menciptakan pergerakan selanjutnya dari as rotor. Begitulah terus menerus sehingga terjadi perputaran as rotor yang kontinu dengan tenaga kuat.

Kerusakan umum blender.
Di antara kerusakan-kerusakan blender yang paling sering dijumpai yaitu :

1.mati total
2.Jika dihidupkan terasa ada getaran halus pada blender (terasa dikala dipegang) namun as tidak berputar.
3.Putaran lemah
4.Listrik anjlok jikalau blender dihidupkan.

KERUSAKAN POIN PERTAMA paling banyak terjadi. Penyebabnya sanggup bermacam-macam, di antaranya :

a.Kabel power putus/lepas.
Bukalah pecahan bawah blender, periksa, adakah sambungan kabel power yang putus atau terlepas? Jika tidak ada, cek kabel power, apakah masih OK atau tidak. Caranya menyerupai mirip yang diterangkan di sini : Pengecekan sambungan putus .

b.Arang/brush tidak mengkoneksi.

Mau coba memperbaiki sendiri blender rusak di rumah Memperbaiki Blender

Cobalah cabut arang. Caranya yaitu dengan terlebih dahulu meluruskan sisi-sisi penahan pegas arang pada pangkal brush-holder, kemudian tarik pegas arang keluar. Cek satu-persatu, sanggup jadi ada arang yang sudah sangat pendek atau tipis. Jika ada, ganti dengan yang sama.
Periksalah pecahan dalam brush-holder, bersihkan jikalau ada kotoran atau karat yang sanggup menghambat maju mundurnya arang. Arang yang sulit bergerak maju-mundur di dalam brush-holder juga sering menciptakan problem mati total.

c.Dioda rusak.
Dioda dengan kerusakan parah akan menjadikan ia tidak sanggup menghantarkan arus. Tidak ada salahnya dioda diperiksa, bagi yang belum mengerti silakan simak di sini : Pengetesan dioda .

d.Gulungan stator putus.
Ini jarang sekali terjadi, tetapi sanggup terjadi tanggapan kecelakaan menyerupai tergores obeng atau lainnya.

KERUSAKAN POIN KEDUA sanggup disebabkan oleh rusaknya dioda (short). Dioda perlu diperiksa.
Adakalanya hal itu terjadi dengan disertai aroma sesuatu yang terbakar, maka ini biasanya disebabkan gulungan stator yang sudah kurang baik. Pada kebanyakan model blender, gulungan stator sanggup diperbaiki dengan digulung ulang.
Kerusakan pada poin ini juga sanggup disebabkan lantaran problem mekanik, yaitu bosh (lubang penggenggam untuk as rotor) macet atau malah sudah aus/terkikis. Untuk menyidik pecahan bosh di ujung atas dan bawah maka mekanik blender perlu dilepas dari casing-nya. Caranya demikian :

Mau coba memperbaiki sendiri blender rusak di rumah Memperbaiki Blender

Pada pecahan bawah, tahan dengan tang ujung as rotor (lihat gambar A). Pada pecahan atas, putar dudukan rotary blender searah jarum jam (lihat gambar B). Jika mekanik sudah sanggup dilepas, investigasi sanggup dilakukan lebih leluasa.

KERUSAKAN POIN KETIGA sanggup disebabkan oleh gulungan rotor yang sudah kurang baik.
Gulungan ini cukup sulit diperbaiki/digulung ulang. Sangat sedikit tukang gulung dinamo yang menyanggupi menggulung ulang pecahan ini, rata-rata mereka tidak mau lantaran faktor kesulitannya tinggi tetapi upah rasionil yang masih mungkin untuk diminta tidak seberapa.
Solusi yang biasa ditempuh yaitu dengan mengganti pecahan rotor secara utuh dengan yang sama dari hasil cabutan, namun masih berfungsi baik.

KERUSAKAN POIN KEEMPAT terjadi tanggapan adanya hubung-singkat di dalam blender.
Kabel power perlu dilepas untuk diperiksa apakah hubung-singkat itu terjadi pada kabel power. Kabel-kabel didalam blender juga perlu diperiksa, mungkin ada yang terkelupas sampai saling menempel.
Apabila dari kemungkinan-kemungkinan itu tidak ditemukan masalah, sanggup jadi gulungan stator atau rotor yang menjadi penyebabnya. Periksa dan pastikan, bahwa gulungan stator memang sudah rusak (hubung-singkat) dan perlu digulung ulang.
Jika hubung-singkat bersumber di gulungan rotor, gantilah pecahan rotor dengan yang masih baik (baru atau bekas). Jika tidak ada, mungkin sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada blender.

Happy repairing!

Perbaikan peralatan rumah tangga elektrik lainnya :
Memperbaiki setrika listrik
Memperbaiki water-dispenser .

Memperbaiki Blender

Mau coba memperbaiki sendiri blender rusak di rumah Memperbaiki Blender
Mau coba memperbaiki sendiri blender rusak di rumah?
Coba saja, sanggup jadi kerusakannya memang tidak berat.
Inilah sedikit ulasannya.

Sekilas perihal blender.
Blender rumah-tangga elektrik menerapkan sistem motor putar sebagaimana yang diterapkan pada mixer, alat potong tekstil, gerinda, atau bor listrik.
Mereka memiliki dua pecahan gulungan/kumparan yang berbeda, satu pecahan yaitu gulungan stator (gulungan diam) dan satunya lagi yaitu gulungan rotor (gulungan bergerak) yang terdapat pada sela-sela pecahan tengah as rotor yang bergerak.

Mau coba memperbaiki sendiri blender rusak di rumah Memperbaiki Blender

Gulungan pada rotor terhubung secara elektrik melalui dua batang “arang kontak” (brush) yang terdapat di dalam “brush-holder” kiri dan kanan. Melengkapi sirkit kedua gulungan dipasang sebuah dioda tegangan tinggi.
Ketika tegangan listrik AC diberikan, satu belahan tegangan tertentu akan menghasilkan medan magnet yang sama antara besi stator dan satu sisi as rotor sehinga terjadi tolak-menolak yang berpengaruh di antara kedua besi inti gulungan (stator dan rotor). Di sisi sebelahnya, justeru yang terjadi yaitu tarik-menarik lantaran medan magnet yang terbentuk saling berbeda.
As rotor kemudian bergerak satu langkah, sampai sisi lainnya dari as rotor akan berhadapan dengan sisi besi stator, maka kembali lagi terjadi tolak-menolak yang menciptakan pergerakan selanjutnya dari as rotor. Begitulah terus menerus sehingga terjadi perputaran as rotor yang kontinu dengan tenaga kuat.

Kerusakan umum blender.
Di antara kerusakan-kerusakan blender yang paling sering dijumpai yaitu :

1.mati total
2.Jika dihidupkan terasa ada getaran halus pada blender (terasa dikala dipegang) namun as tidak berputar.
3.Putaran lemah
4.Listrik anjlok jikalau blender dihidupkan.

KERUSAKAN POIN PERTAMA paling banyak terjadi. Penyebabnya sanggup bermacam-macam, di antaranya :

a.Kabel power putus/lepas.
Bukalah pecahan bawah blender, periksa, adakah sambungan kabel power yang putus atau terlepas? Jika tidak ada, cek kabel power, apakah masih OK atau tidak. Caranya menyerupai mirip yang diterangkan di sini : Pengecekan sambungan putus .

b.Arang/brush tidak mengkoneksi.

Mau coba memperbaiki sendiri blender rusak di rumah Memperbaiki Blender

Cobalah cabut arang. Caranya yaitu dengan terlebih dahulu meluruskan sisi-sisi penahan pegas arang pada pangkal brush-holder, kemudian tarik pegas arang keluar. Cek satu-persatu, sanggup jadi ada arang yang sudah sangat pendek atau tipis. Jika ada, ganti dengan yang sama.
Periksalah pecahan dalam brush-holder, bersihkan jikalau ada kotoran atau karat yang sanggup menghambat maju mundurnya arang. Arang yang sulit bergerak maju-mundur di dalam brush-holder juga sering menciptakan problem mati total.

c.Dioda rusak.
Dioda dengan kerusakan parah akan menjadikan ia tidak sanggup menghantarkan arus. Tidak ada salahnya dioda diperiksa, bagi yang belum mengerti silakan simak di sini : Pengetesan dioda .

d.Gulungan stator putus.
Ini jarang sekali terjadi, tetapi sanggup terjadi tanggapan kecelakaan menyerupai tergores obeng atau lainnya.

KERUSAKAN POIN KEDUA sanggup disebabkan oleh rusaknya dioda (short). Dioda perlu diperiksa.
Adakalanya hal itu terjadi dengan disertai aroma sesuatu yang terbakar, maka ini biasanya disebabkan gulungan stator yang sudah kurang baik. Pada kebanyakan model blender, gulungan stator sanggup diperbaiki dengan digulung ulang.
Kerusakan pada poin ini juga sanggup disebabkan lantaran problem mekanik, yaitu bosh (lubang penggenggam untuk as rotor) macet atau malah sudah aus/terkikis. Untuk menyidik pecahan bosh di ujung atas dan bawah maka mekanik blender perlu dilepas dari casing-nya. Caranya demikian :

Mau coba memperbaiki sendiri blender rusak di rumah Memperbaiki Blender

Pada pecahan bawah, tahan dengan tang ujung as rotor (lihat gambar A). Pada pecahan atas, putar dudukan rotary blender searah jarum jam (lihat gambar B). Jika mekanik sudah sanggup dilepas, investigasi sanggup dilakukan lebih leluasa.

KERUSAKAN POIN KETIGA sanggup disebabkan oleh gulungan rotor yang sudah kurang baik.
Gulungan ini cukup sulit diperbaiki/digulung ulang. Sangat sedikit tukang gulung dinamo yang menyanggupi menggulung ulang pecahan ini, rata-rata mereka tidak mau lantaran faktor kesulitannya tinggi tetapi upah rasionil yang masih mungkin untuk diminta tidak seberapa.
Solusi yang biasa ditempuh yaitu dengan mengganti pecahan rotor secara utuh dengan yang sama dari hasil cabutan, namun masih berfungsi baik.

KERUSAKAN POIN KEEMPAT terjadi tanggapan adanya hubung-singkat di dalam blender.
Kabel power perlu dilepas untuk diperiksa apakah hubung-singkat itu terjadi pada kabel power. Kabel-kabel didalam blender juga perlu diperiksa, mungkin ada yang terkelupas sampai saling menempel.
Apabila dari kemungkinan-kemungkinan itu tidak ditemukan masalah, sanggup jadi gulungan stator atau rotor yang menjadi penyebabnya. Periksa dan pastikan, bahwa gulungan stator memang sudah rusak (hubung-singkat) dan perlu digulung ulang.
Jika hubung-singkat bersumber di gulungan rotor, gantilah pecahan rotor dengan yang masih baik (baru atau bekas). Jika tidak ada, mungkin sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada blender.

Happy repairing!

Perbaikan peralatan rumah tangga elektrik lainnya :
Memperbaiki setrika listrik
Memperbaiki water-dispenser .

Memperbaiki Setrika Listrik

Kebanyakan setrika listrik yang rusak bergotong-royong masih bisa diperbaiki dengan gampang Memperbaiki Setrika Listrik
Kebanyakan setrika listrik yang rusak bergotong-royong masih bisa diperbaiki dengan mudah, kerusakannya rata-rata hanya itu-itu saja. Namun lantaran orang enggan atau mungkin tidak mengerti bagaimana cara memperbaikinya maka banyak setrika listrik yang kelihatannya masih mulus statusnya sudah bermetamorfosis “bangkai” peralatan elektronik, padahal belum tentu ia layak untuk dianggap sebagai bangkai...

Tentang dan cara kerja setrika listrik.
Sedikit uraian perihal setrika listrik yang akan dijelaskan di sini mungkin sanggup membantu memperlihatkan citra sehingga mempermudah bagi mereka yang mau mencoba untuk berguru memperbaiki setrika listrik.
Cara kerja setrika listrik bergotong-royong sama saja dengan cara kerja peralatan elektronik lainnya yang menghasilkan panas dengan energi listrik.  Dasarnya ialah memanfaatkan panas yang ditimbulkan oleh kawat nikelin dikala dialiri listrik.  Serupa dengan itu peralatan elektronik lain yang juga memanfaatkan panas kawat nikelin dikala dialiri listrik ialah : Solder listrik, kompor listrik, rice-cooker, hot water-dispenser dan lain-lain.
Sebagian dari peralatan elektronik yang disebutkan itu telah dijelaskan tentangnya dan cara kerjanya dalam :
Memperbaiki rice-cooker
Memperbaiki hot water-dispenser .

Pada setrika listrik kawat nikelin dalam ukuran tertentu dililitkan pada suatu wadah.  Ukuran dan panjang kawat itu telah ditentukan sedemikian rupa sehingga dari ujung yang satu ke ujung lainnya terdapat resistansi yang akan memilih bilangan Watt-nya.  Ini lantaran pada kawat nikelin terdapat resistansi jenis yang khas sebagaimana juga pada kawat-kawat dari materi lainnya (setiap kawat dari materi yang berbeda memiliki resistansi jenis yang berbeda-beda pula).

Pada setrika listrik model terdahulu yang tidak memiliki pengaturan panas otomatis wadah daerah kawat dililitkan berbentuk pipih dan diisolasi dengan memakai isolator mika yang tahan terhadap panas tinggi, kemudian dijepitkan di antara dua lempeng besi penyalur panas.
Pada setrika listrik otomatis wadah lilitan kawat berbentuk batang dan ditempatkan di dalam selongsong logam berlekuk (mengikuti bentuk setrika).  Antara lilitan kawat dengan selongsong berlekuk itu diberi isolasi dari materi semen khusus, sehingga tidak terjadi kontak listrik antara keduanya.  Selongsong berlekuk dengan lilitan kawat nikelin di dalamnya inilah yang disebut dengan elemen pemanas.

Kebanyakan setrika listrik yang rusak bergotong-royong masih bisa diperbaiki dengan gampang Memperbaiki Setrika Listrik

Pengaturan panas pada setrika listrik otomatis memanfaatkan sifat besi yang memuai dikala terkena panas dan menyusut dikala dingin. Ada lempengan kecil besi khusus yang sifat pemuaiannya tinggi jikalau terkena panas (sering disebut automatic-iron) ditempelkan pada satu cuilan penyalur panas di tubuh setrika. Lempengan kecil automatic-iron ini terhubung secara fisik dengan sebuah leaf-switch.  Dalam kondisi normal hingga batas suhu tertentu leaf-switch menyambungkan ajaran listrik untuk diberikan kepada elemen pemanas sehingga proses pemanasan pun terjadi.
Apabila panas pada setrika telah mencapai suhu tertentu tingkat pemuaian automatic-iron akan mencapai taraf yang bisa untuk menekan leaf-switch sehingga kontaknya akan berpindah dan memutus ajaran listrik ke elemen pemanas.  Karena itu proses pemanasan pun dilarang dan suhu setrika akan berangsur-angsur menurun.
Turunnya suhu pada setrika akan menciptakan automatic-iron kembali menyusut sehingga tekanan kepada leaf-switch berkurang, pada batas tertentu leaf-switch akan kembali menyambungkan ajaran listrik untuk elemen pemanas.  Begitulah proses otomatisasi pengaturan panas pada setrika listrik.
Derajat panas yang menciptakan automatic-iron menggerakkan leaf-switch bisa diatur dengan sebuah penyetel kelenturan lempengan automatic-iron, inilah pengatur putar suhu yang terdapat pada setrika listrik.
Untuk melengkapi penjelasan, berikut ini disertakan gambar cuilan dalam dari sebuah setrika listrika pada umumnya.

Kebanyakan setrika listrik yang rusak bergotong-royong masih bisa diperbaiki dengan gampang Memperbaiki Setrika Listrik

Pada gambar (A) diperlihatkan cuilan belakang setrika sesudah penutupnya dibuka.  Ada tiga terminal sambungan yaitu 1, 2, dan 3.
Terminal 1 ialah terminal untuk menautkan satu kaki elektroda + dari lampu indikator.  Terminal ini juga terhubung ke satu elektroda + elemen pemanas dan kontak out leaf-switch.
Terminal 2 ialah terminal “common” (umum) untuk menautkan sambungan common kabel AC dan satu kaki elektroda lampu indikator lainnya.   Terminal ini juga terhubung ke elektroda common dari elemen pemanas.
Terminal 3 ialah terminal untuk menautkan sambungan + dari kabel AC.  Terminal ini juga terhubung ke kontak in leaf-switch.

Pada gambar (B) diperlihatkan cuilan atas setrika sesudah knob-putar diangkat/dilepas.  Untuk membuka cuilan dalam setrika, mur yang terdapat di lubang baut harus dilepas, sesudah itu baut-baut pada terminal 1, 2, dan 3 juga harus dibuka untuk melepaskan sambungan-sambungan kabel dan lampu indikator yang tertaut kepadanya.
“a” ialah lampu indikator.

Pada gambar (C) tampak cuilan dalam setrika. “b” ialah selongsong berlekuk elemen pemanas, dan “c” ialah lempengan kecil automatic-iron.

Gambar (D) memperlihatkan setelan kelenturan automatic-iron.

Pada gambar (E) diperlihatkan cuilan tumpukan di antara leaf-switch. “e” ialah kontak leaf-switch yang tersembunyi di cuilan bawah.

Kerusakan umum setrika listrik dan cara memperbaikinya.
Umumnya setrika listrik otomatis memiliki kerusakan-kerusakan sebagai berikut :
  • 1.Tidak panas, lampu indikator tidak menyala
  • 2.Tidak panas, tetapi lampu indikator menyala
  • 3.Kadang-kadang panas adakala tidak
  • 4.Fungsi otomatis tidak bekerja sehingga setrika menjadi terlalu panas.
Kerusakan pada poin pertama biasa disebabkan oleh putusnya kabel AC dan ini merupakan kerusakan yang paling sering terjadi.
Untuk memastikannya kabel AC setrika perlu di-test, yaitu dengan memakai AVO-meter pada posisi OhmX1.  Setiap ujung dari kabel AC di-test apakah tersambung ke ujung lainnya. Biasanya salah satu cuilan di dalam kabel AC itu ada yang putus.
Jika sudah sanggup dipastikan bahwa di dalam kabel AC sudah ada yang putus, ganti saja dengan yang baru.
Perhatikanlah bahwa kabel AC setrika berbeda dengan kabel AC perangkat elektronik lainnya.  Ia memiliki lapisan pelindung panas di sepanjang cuilan luarnya, lantaran itu kabel AC setrika ialah khusus, jikalau rusak tidak bisa diganti dengan sembarang kabel AC.
Penyebab lain kerusakan pada poin pertama ialah buruknya kondisi kontak leaf-switch.
Kondisi kontak leaf-switch yang buruk bisa diperbaiki dengan cara menyelipkan amplas halus di antara kedua cuilan kontak (atas dan bawah) yang saling menempel, kemudian digosok-gosok perlahan.  Jika sudah dilakukan terhadap satu cuilan maka dilakukan kepada cuilan lainnya dengan cara membalik permukaan amplas kemudian digosok-gosok lagi.  Setelah cukup, ada baiknya cuilan kontak leaf-switch itu disemprot sedikit dengan pembersih kontak (contact-cleaner).
Perlu dicatat bahwa masalah kontak leaf-switch yang buruk sangat jarang terjadi pada setrika-setrika keluaran brand terkenal. Ini biasanya terjadi pada setrika-setrika murahan dengan kwalitas leaf-switch yang tidak prima.

Kemungkinan kerusakan pada poin kedua hanya bisa disebabkan oleh satu hal : Elemen pemanas yang sudah rusak (putus).
Elemen pemanas sanggup di-test dengan AVO-meter pada posisi OhmX1, taruh kedua ujung tuas tester di kedua terminal sambungan elemen pemanas.  Jika jarum penunjuk bergerak berarti elemen pemanas masih baik, tetapi jikalau tidak bergerak maka berarti elemen pemanas sudah rusak.
Elemen pemanas bisa diganti lantaran dijual di toko-toko listrik/parts elektronik, yang penting bentuknya harus sama biar bisa ditempatkan dengan sempurna di alur daerah duduknya.
Mencabut elemen pemanas sanggup dilakukan dengan obeng minus yang tipis tetapi kuat, yaitu dengan mencongkelnya dari cuilan tepi daerah duduknya sedikit-demi sedikit hingga semuanya keluar. Melakukannnya harus hati-hati biar alur daerah duduk elemen pemanas tidak menjadi cacat.

Kerusakan pada poin ketiga sanggup disebabkan oleh dua hal, yaitu kabel AC yang sudah mulai buruk cuilan dalamnya atau buruknya kontak leaf-switch.  Ketika setrika bisa panas pastilah disertai dengan menyalanya lampu indikator lantaran lampu indikator ini paralel eksklusif dengan elemen pemanas.  Untuk mengatasi problem kabel AC dan kontak leaf-switch sudah dijelaskan di cuilan sebelumnya di atas.

Kerusakan pada poin keempat bisa disebabkan lantaran rusaknya leaf-switch atau setelan batas kelenturan automatic-iron telah berubah.
Leaf-switch yang rusak tidak bisa diganti lantaran tidak dijual di pasaran.  Jika masih ingin menciptakan setrika sanggup berfungsi kembali maka harus dicari leaf-switch bekas dari setrika listrik yang lain yang mungkin sudah tidak sanggup diperbaiki lagi, tetapi cuilan leaf-switch-nya masih baik.  Hati-hati dikala membuka bagian-bagian yang menumpuk di atas leaf-switch.  Pisahkan satu demi satu secara perlahan dan ingatlah posisinya semula, jangan hingga lupa dikala akan memasangnya kembali.  Ada satu batangan kecil setebal lidi, pendek dan berwarna putih yang merupakan penghubung secara fisik antara automatic-iron dengan leaf-switch terdapat di antara celah di cuilan itu.  Batangan putih kecil ini tidak boleh hilang, jikalau hilang maka fungsi otomatis setrika tidak akan sanggup difungsikan lagi.

Setelan kelenturan automatic-iron jikalau berubah sanggup disetel ulang dengan obeng minus miniatur.  Caranya ialah sebagai berikut :
Gunakan AVO-meter pada posisi OhmX1, tempatkan kedua tuasnya pada terminal 1 dan 2 (lihat gambar cuilan A atau C di atas).  Putar pengatur panas setrika hingga ke posisi paling kiri (minimum), dalam posisi ini jarum penunjuk AVO-meter tidak boleh bergerak.  Jika ternyata bergerak setel ulang pengatur kelenturan automatic-iron dengan obeng minus miniatur, putar perlahan hingga posisi yang sempurna di mana terlihat jarum AVO-meter tidak lagi bergerak.

Happy repairing!