Tampilkan postingan dengan label pengenalan parts elektronik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengenalan parts elektronik. Tampilkan semua postingan

Mengenal Thyristor

Thyristor, asalnya ialah sebutan untuk SCR (Silicon Controlled Rectifier), sebuah komponen penyearah (pelewat arus DC) dengan perlengkapan “gate” (G) sebagai pintu kontrolnya, pertama kali diperkenalkan oleh perusahaan General Electric pada tahun 1957.
Pada kelanjutannya, Triac (Triode for Alternating-Current) juga dimasukkan ke dalam keluarga thyristor.
Dengan majunya tekhnologi pembuatan parts elektronik, muncul banyak parts gres sebagai pengembangan atas SCR, Triac atau parts lain yang sudah ada sebelumnya dan dimasukkan pula ke dalam keluarga thyristor.
Kini, thyristor mencakup : SCR (thyristor), Triac, AGT, LASCR, Quadrac, MCT, GTO, GCT, ETO, dan beberapa lainnya.
Sebagian parts tanpa terminal “gate” dihubungkan pula ke dalam keluarga thyristor menyerupai Diac (Diode for Alternating Current), Sidac dan BOD (Breakover Diode).

 pertama kali diperkenalkan oleh perusahaan General Electric pada tahun  Mengenal Thyristor
SCR (Silicon Controlled Rectifier).
SCR memiliki tiga elektroda, yaitu anoda (A), katoda (K), dan gate (G).
SCR ialah komponen yang bersifat unidirectional. Apabila pada anoda terdapat tegangan DC konkret dan pada gate diberi tegangan kecil (disebut tegangan trigger, VGT) atau dialiri sedikit arus (disebut arus trigger, IGT), maka SCR akan menghantar (disebut forward-condition atau On-condition).
Tegangan DC pada anoda akan dihantarkan ke katoda dan pada SCR mengalir arus DC.
Jika gate tidak dialiri arus, SCR akan menyumbat/tidak menghantar (disebut forward-blocking atau Off-condition).
Anoda-katoda SCR akan menjadi menghantar hanya kalau pada gate diberi tegangan yang lebih konkret terhadap katoda.
Ketika SCR telah berada pada on-condition dan arus yang mengalir antara anoda-katoda telah mencapai taraf “IL” (arus latching) maka SCR akan “menghantar-terkunci” (latching-on), yaitu keadaan di mana SCR menghantar terus meskipun pemikiran arus gate sudah tidak diberikan lagi.

Apabila pada anoda terdapat tegangan AC dan pada gate dialiri sedikit arus, maka SCR akan menghantarkan tegangan, namun hanya pada bab denyut-denyut positifnya saja. Atau dengan kata lain, SCR menyearahkan tegangan AC tersebut.

Triac (Triode for Alternating-Current).
Triac memiliki tiga elektroda, yaitu MT1 (Main-Terminal 1), MT2 (Main-Terminal 2), dan gate (G).
Tidak menyerupai SCR, Triac ialah komponen yang bersifat bi-directional.
Triac seolah dua SCR yang diparalel dalam susunan saling terbalik. Apabila pada MT1 terdapat tegangan AC dan pada gate diberi tegangan ac kecil, Triac akan menghantar. Setiap belahan tegangan ac pada gate (positif atau negatif) sanggup men-trigger Triac semoga menghantar.
Tegangan AC pada MT2 akan dihantarkan ke MT1, dan pada Triac pun mengalir arus AC.

AGT (Anode Gate Thyristor).
AGT menyerupai dengan SCR dan cara kerjanya pun demikian, namun pinjaman polaritas tegangan gate-nya terbalik alasannya ialah AGT diperuntukkan sebagai penghantar (atau penyearah) tegangan negatif.
Apabila pada katoda terdapat tegangan DC negatif dan pada gate diberi tegangan negatif kecil atau dialiri sedikit pemikiran arus negatif, maka AGT akan menghantar (On-condition).
AGT akan menghantar (on-condition) ialah apabila gate-nya diberi tegangan yang lebih negatif terhadap anoda. Tegangan negatif di katoda akan dihantarkan ke anoda dan pada AGT pun mengalir arus DC-.

LASCR (Light Activated SCR).
LASCR ialah SCR khusus yang memiliki pemanis elemen peka cahaya di badannya.
Cara kerja LASCR sama saja dengan SCR, namun dengan adanya pemanis elemen peka cahaya maka LASCR sanggup juga di-trigger semoga menghantar melalui intensitas cahaya yang menerpanya, selain dari tegangan/arus trigger yang diberikan kepada gate-nya.

Quadrac.
Quadrac ialah Triac yang sudah terangkai di dalamnya dioda Diac untuk pen-trigger-an (penyulutan) gate-nya.

 pertama kali diperkenalkan oleh perusahaan General Electric pada tahun  Mengenal Thyristor
MCT (MOS Controlled Thyristor).
MCT ialah thyristor yang memiliki gate MOS (Metal-Oxyde Semiconductor), yaitu gate sebagaimana yang terdapat pada transistor MOSFET dan IGBT. Dengan perlengkapan gate MOS, MCT sanggup dioperasikan untuk on-condition dan off-condition (sebagai switch) dengan tegangan gate yang lebih fleksibel namun arus yang dibutuhkannya sangat kecil.
MCT ada dua jenis, yaitu tipe N dan tipe P.

GTO (Gate Turn-off Thyristor).
GTO ialah thyristor yang keadaan menghantarnya (on-condition) dipicu oleh impuls tegangan konkret pada gate-nya. Apabila telah menghantar, GTO sanggup dipadamkan (off-condition) dengan mengatakan tegangan negatif atau pemikiran arus negatif ke gate-nya.
Operasional GTO tampak lebih fleksibel dibanding SCR, namun kemampuan menangani dayanya bisa besar juga.
GTO dibentuk dalam beberapa varian, di antaranya : MA-GTO (Modified Anode GTO), DB-GTO (Distributed Buffer GTO).

GCT (Gate Commutated Thyristor).
GCT atau IGCT (Integrated Gate Commutated Thyristor) ialah pengembangan eksklusif dari GTO, yaitu thyristor yang cara kerjanya sama saja dengan GTO, namun memiliki “delay-time” untuk on-condition dan off-condition yang lebih lebar dikala gate-nya mendapat impuls konkret atau impuls negatif.
Dalam banyak penerapan, konon GCT lebih meminimalisir kerugian “switching”.
GCT pun tidak satu model, pembuatannya diadaptasi dengan keperluan dalam penerapannya. Telah ada tiga GCT yang dibentuk sesuai keperluan penggunaannya : Symmetrical GCT, Asymmetrical GCT, dan Reverse Conducting GCT.

ETO (Emitter Turn-off Thyristor).
ETO ialah hasil pengembangan dari GTO juga. ETO dibentuk sebagai GTO yang memiliki penambahan seri struktur MOSFET di dalamnya, sehingga sanggup lebih baik dalam penerapan tegangan tinggi dan pengemudian gate-nya lebih gampang (dengan gate MOS) alasannya ialah hanya membutuhkan arus yang kecil. Selain itu ETO juga sanggup menangani frekwensi switching yang lebih tinggi.
Pada kelanjutannya, ETO terus dikembangkan lagi sehingga ada ETO yang memiliki dua elektroda gate (di samping elektroda utama, yaitu anoda dan katoda) dan ada pula ETO yang memiliki sistem kontrol pada gate yang lebih rumit.

 pertama kali diperkenalkan oleh perusahaan General Electric pada tahun  Mengenal Thyristor
Thyristor memang telah banyak ragamnya dan semakin hari semakin berkembang. Contoh Thyristor lainnya ialah : RCT (Reverse Conducting Thyristor), SUS (Silicon Unilateral Switch), SBS (Silicon Bilateral Switch), SCS (Silicon Controlled Switch), SITh (Static Induction Thyristor), dan lain-lain.

Sejak pertamakali dibuat, Thyristor telah menjadi komponen “Power Semiconductor Devices” penting dalam distribusi, konversi dan penyaluran daya besar. Kini, pengembangan Thyristor lebih banyak terkait dengan hal-hal tersebut.
Banyak perusahaan semikonduktor populer berusaha untuk menciptakan penemuan dan mengatakan produk dengan “brand-name” thyristor-nya nya masing-masing, sebagaimana dahulu perusahaan General Electric memulai mengatakan produk dengan brand-name : SCR.
Kadang, lain perusahaan lain pula brand-name yang diberikan meskipun barangnya sebetulnya itu-itu juga.
Dan terkadang, mencar ilmu elektro itu memang tak lepas dari banyak urusan eksistensi perusahaan semikonduktor.

Happy learning!

Tulisan terkait : Mengenal dioda penyearah .

Mengenal Kristal Frekwensi

Kristal frekwensi atau sering disebut dengan Kristal kwarsa ialah komponen Mengenal Kristal Frekwensi
Kristal frekwensi atau sering disebut dengan Kristal kwarsa ialah komponen/part elektronik yang berfungsi sebagai resonator dan memiliki frekwensi resonansi tertentu dalam range yang sangat sempit. Frekwensi resonansi kristal frekwensi itu dicantumkan di tubuh logam kristal dalam bentuk goresan pena angka-angka.
Kristal frekwensi dipakai di aneka macam rangkaian analog yang kritis terhadap kestabilan frekwensi ibarat pada pemancar-pemancar radio CB, rangkaian pengurai warna pada chroma TV, filter-filter frekwensi dan lain-lain. Ia juga dipakai pada rangkaian-rangkaian digital yang mempersyaratkan kestabilan timing yang ketat ibarat jam digital, komputer, printer, eksternal modem dan lain-lain.
Kristal frekwensi dibentuk dari materi kwarsa (kwartz) dengan irisan ketipisan yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Ketipisan lapisan kristal memilih frekwensi resonansi yang dihasilkan, semakin tipis maka semakin tinggi frekwensi resonansinya. Akan tetapi alasannya ialah ketipisan kristal ada batasnya, maka frekwensi yang dihasilkan pun ada batasnya pula.
Kristal frekwensi hanya tersedia untuk frekwensi sampai beberapa puluh MHz. Untuk frekwensi yang lebih tinggi lagi biasanya diterapkan tekhnik penggandaan frekwensi sampai beberapa kali lipat.
Dalam konstruksinya, kristal frekwensi terdiri dari dua elektroda yang mengapit selapisan irisan kristal kwarsa di dalam casing yang solid. Dua elektroda berfungsi sebagai pemungut tegangan atau sinyal listrik, sekaligus sebagai penyalur getaran-getaran listrik yang dihasilkan kristal. Dua elektroda pada kristal frekwensi ini tidak memiliki ketentuan polaritas tegangan (positif atau negatif) sehingga dalam pemasangannya sanggup secara bebas.

Kristal frekwensi dibentuk untuk dimanfaatkan imbas piezo-elektrik yang ada padanya.
Apabila pada kedua elektroda kristal diberi tegangan listrik, maka fisik lapisan kristal akan mengalami perubahan. Perubahan fisik ini secara otomatis akan menimbulkan perubahan listrik balik. Apabila contohnya perubahan listrik balik ini ditangkap dan dikuatkan oleh transistor di dalam suatu rangkaian osilator, maka akan dihasilkan getaran listrik. Getaran listrik ini diumpan-balikkan kepada kristal, maka akhirnya ialah didapatkan getaran listrik yang terus-menerus (tidak surut) dengan frekwensi yang terfokus kepada frekwensi resonansi kristal.

Kristal frekwensi dan rangkaian L-C deret.
Ketika beresonansi, sebuah kristal frekwensi ibarat dengan sebuah rangkaian L-C deret (induktor L dan kondensator C yang dirangkai secara seri).
Rangkaian L-C deret memiliki frekwensi resonansi sebesar :

1 / 2π√(L.C)

Dan sifat-sifat LC deret dua kutub ialah :
  • Meluluskan hanya frekwensi resonansi
  • Semua frekwensi selain frekwensi resonansi akan dihambat (tidak diluluskan).
Kristal frekwensi memiliki sifat-sifat itu namun ada beberapa kelebihan kristal frekwensi dibanding rangkaian L-C deret biasa, di antaranya ialah :
  • Faktor Q (kwalitas) yang sangat tinggi. Dengan tingginya faktor Q frekwensi resonansi yang dihasilkan memiliki jalur yang sangat sempit. Ketika kristal difungsikan sebagai filter, maka ia akan bertindak sebagai filter yang sangat selektif.
  • Kestabilan frekwensi yang tinggi. Perubahan-perubahan tegangan suplai rangkaian mudah tidak mempengaruhi frekwensi yang dihasilkan oleh kristal.
  • Koefisien suhu yang sangat kecil. Panas pada ruangan atau pada komponen lain yang berada di akrab kristal tidak mempengaruhi kinerja kristal.
  • Casing yang terbungkus logam yang sanggup dihubungkan ke ground menjadi “shield” (pelindung) yang menambah kesempurnaan performa secara keseluruhan.
Happy learning!

Ic Power Audio Dengan Packing Dip-8

Packing/casing DIP-8 atau 8 pin DIP (Dual In Package) atau ‘minidip’ biasanya identik dengan IC op-amp (operational amplifier) atau IC pre-amp untuk sinyal-sinyal lemah.
Tetapi ternyata ada juga IC power audio yang memakai packing ini. Mereka yakni IC-IC audio-amplifier berdaya kecil yang dibentuk sebagai penguat selesai untuk banyak sekali keperluan praktis.
Meskipun sebagian di antaranya sudah tidak diproduksi lagi dan sulit ditemui di pasaran, tetapi sebagian lainnya masih eksist bahkan menjadi IC klasik yang tetap dipakai di mana-mana.
Berikut ini yakni beberapa IC power audio yang memakai packing DIP-8.

 Tetapi ternyata ada juga IC power audio yang memakai packing ini IC Power Audio Dengan Packing DIP-8

TDA2822, KA2209 dan NJM2073
Mereka yakni IC ‘dual‘ dengan packing DIP-8. Semua IC ini rangkaian elektroniknya sama saja, hanya kadang dibedakan di satu nilai komponen tambahan. Jadi, sketsa rangkaian yang diterakan untuk TDA2822 di sini yakni berlaku juga untuk KA2209 dan NJM2073.
TDA2822 dikeluarkan oleh SGS-Thomson, KA2209 oleh Samsung, dan NJM2073 yakni keluaran JRC (Japan Radio Co.).
Ketiga IC ini normalnya bekerja pada tegangan 6V, sanggup dijadikan sebagai penguat stereo ataupun penguat mono dalam konfigurasi BTL.
Dalam konfigurasi stereo daya outputnya 500mW perkanal pada beban speaker 4Ω, dan dalam konfigurasi mono BTL daya outputnya sekitar 1,2W pada beban speaker 8Ω, THD 10%.

TDA7052
Ini yakni IC dual keluaran Philips. Philips mengeluarkan IC ini untuk keperluan sound TV dan monitor, tapi juga sanggup diterapkan di radio-tape recorder portabel.
TDA7052 yakni IC dual khusus yang sudah tersetting sebagai penguat BTL tunggal. Ia dilengkapi dengan ‘DC volume-control’ di pin 4 nya.
Daya output IC ini 1,1W pada beban speaker 8Ω, tegangan suplai 6V, THD 10%.

LM380N-8
LM380 yakni IC monaural keluaran National-Semiconductor, sanggup menghasilkan daya setidaknya 2,5W pada beban speaker 8Ω.
IC ini seringkali menjadi pilihan alternatif sebab tegangan suplai nominalnya 12V, berbeda dengan kebanyakan IC power-amplifier dalam packing DIP-8 lainnya yang biasanya hanya untuk tegangan suplai 6V atau 9V. Karena itu ia tidak jarang terlihat diterapkan pada potongan audio TV atau pada potongan audio pesawat radio komunikasi CB atau RIG.
Ada dua bentuk packing untuk LM380, yaitu LM380N dengan 14 pin DIP, dan LM380N-8 dengan 8 pin DIP (DIP-8). Khusus untuk sketsa rangkaian yang disertakan di sini yakni untuk LM380N-8.

LM386
LM386 yakni IC audio yang sangat terkenal yang dikeluarkan oleh National-Semiconductor. Ia tergolong IC klasik, produksinya dibentuk menjadi banyak versi untuk macam-macam penggunaan tegangan suplai.
LM386N-1 atau LM386M-1 dibentuk untuk tegangan suplai 6V, dan LM386N-3 dibentuk untuk tegangan suplai 9V. Adapun LM386N-4 dibentuk untuk penggunaan beban headphone impedansi rendah (32Ω), dengan tegangan suplai 16V.
Daya output LM386N-1 dan LM386M-1 yakni 325mW pada speaker 8Ω, tegangan suplai 6V.
LM386N-3 daya outputnya 700mW pada speaker 8Ω, tegangan suplai 9V.

 Tetapi ternyata ada juga IC power audio yang memakai packing ini IC Power Audio Dengan Packing DIP-8

Sedangkan LM386N-4 daya outputnya 1W untuk beban headphone 32Ω, tegangan suplai 16V.
Semua itu didapatkan pada level THD10%.

KA2201 dan TBA820M
KA2201 yakni IC penguat tunggal/monaural dari Samsung yang identik dengan IC audio dari SGS yang sudah terkenal lebih dulu, yaitu TBA820M. Rangkaian elektronik keduanya sama saja, sebab itu KA2201 sering disebut-sebut sebagai IC ekivalen dari TBA820M.
Apa itu IC ekivalen?
Di sini ulasannya : IC ekivalen .

IC ini bekerja pada tegangan suplai 9V, daya outputnya 1,2W pada beban speaker 8Ω, THD 10%.

 Tetapi ternyata ada juga IC power audio yang memakai packing ini IC Power Audio Dengan Packing DIP-8

LA4525
Sanyo mengeluarkan IC ini untuk keperluan amplifier pada radio/cassette-recorder mini. Ia yakni IC dual yang sanggup dikonfigurasi sebagai penguat dual (stereo) ataupun tunggal (mono, BTL).
IC ini bekerja pada tegangan suplai 6V, dengan daya keluaran 650mW perkanal stereo pada beban speaker 4Ω, THD 10%. Jika dikonfigurasi sebagai penguat BTL, daya outputnya sekitar 1,25W pada beban speaker 8Ω, THD 10%.

AN7511 dan AN7513
Panasonic mengeluarkan IC ini biar sanggup dikompromikan untuk penggunaan di sirkit-sirkit analog menyerupai TV atau radio portabel, juga di tengah-tengah sirkit digital menyerupai komputer/PC. Karena itu tegangan suplai untuk IC ini yakni 5V.
Dengan adanya toleransi tegangan maksimum, di sirkit-sirkit analog IC ini sanggup saja diberi tegangan suplai 4,5V (3 baterai 1,5V) atau 6V (4 baterai 1,5V).
AN7511 dan AN7513 telah tersetting secara internal sebagai penguat tunggal BTL.
Di antara keistimewaan lainnya yakni bahwa meskipun hanya memiliki 8 pin, IC ini ternyata dilengkapi pula dengan fungsi ‘stand-by’, ‘mute’, atau ‘DC volume-control’.
Fungsi pin 4 pada AN7511 yakni sebagai pin Mute, sedangkan pada AN7513 fungsinya yakni sebagai pin DC volume-control.
Dengan tegangan suplai 5V daya output IC ini yakni 1W pada beban speaker 8Ω, THD 10%.

 Tetapi ternyata ada juga IC power audio yang memakai packing ini IC Power Audio Dengan Packing DIP-8

µA7307
Ini yakni IC power audio kecil dalam packing DIP-8 yang dikeluarkan oleh Fairchild.
Pola rangkaian IC ini bersama-sama tidak jauh berbeda dengan TBA820M atau KA2201, namun fungsi pin-pin nya yang berbeda.
µA7307 cukup fleksibel, sanggup dipakai untuk tegangan suplai 3V, 6V, dan 9V dan sanggup pula dibebani dengan speaker 8Ω atau 4Ω. Karena tegangan suplai dan beban speakernya variatif, maka daya yang dihasilkannya pun variatif.
Dengan tegangan suplai 3V daya outputnya 90mW (speaker 4Ω).
Dengan tegangan suplai 6V daya outputnya 500mW (speaker 8Ω) dan 750mW (speaker 4Ω).
Dan dengan tegangan suplai 9V daya outputnya 1,2W pada speaker 8Ω dan 1,6W pada speaker 4Ω. Kesemuanya pada angka THD 10%.

KIA6278p
Perusahaan dari Korea, KEC (Korea Electronics Co.) mengeluarkan pula IC audio kecil dengan packing DIP-8.
KIA6278p dikeluarkan untuk penggunaan di radio-cassette portabel atau penggunaan umum audio amplifier lainnya.
Meskipun tidak sepopuler LM380 atau LM386, tapi KIA6278p sempat bersaing sebagai salah-satu pilihan IC audio dalam packing DIP-8 yang layak dipertimbangkan.
Dengan tegangan suplai 6V daya outputnya 720mW pada beban speaker 4Ω. Pada speaker 8Ω daya outputnya 450mW, masih lebih besar daripada daya output LM386N-1 yang sangat terkenal itu.
Lihatlah rangkaian standarnya yang simpel. Pin 2 yakni pin untuk filter ripple DC, biasanya dikoneksikan dengan sebuah elco 100uF/10V ke ground. Tapi dalam kondisi umum pin ini diibiarkan saja terbuka.
Pin 4 yakni pin ‘phase’, untuk integrasi sebagai penguat BTL bersama KIA6278p lainnya.

U420 dan U413
U420 yakni IC langka yang dikeluarkan oleh Temic (Telefunken Semiconductors). IC ini pernah ditemukan beredar di Indonesia di beberapa perangkat elektronik kecil.
Sebagaimana IC DIP-8 lainnya yang memakai tegangan suplai 6V, daya keluarannya tentu tidak jauh berbeda dengan yang lainnya.
Saudara tuanya, yaitu U413B memiliki packing dan sketsa elektronik yang sama. Dengan tegangan 9V, U413B menghasilkan daya 1W pada beban speaker 8Ω, THD 10%.

Demikianlah sekilas uraian beberapa IC power audio dengan packing DIP-8.
Sebetulnya masih banyak IC dengan packing DIP-8 lain yang belum disebutkan di sini. Tapi apa yang disajikan di sini mudah-mudahan sudah sanggup memperlihatkan citra untuk materi masukan, selain materi pengetahuan tambahan. Jika kita memerlukan salah satu dari IC-IC ini di dalam rancangan audio kita, tinggal ditetapkan saja dan cari IC-nya.
Mudah-mudahan ada tersedia stoknya di pasaran.

Data Ic Ekivalen

IC ekivalen ialah IC yang memiliki fungsi Data IC Ekivalen
IC ekivalen ialah IC yang memiliki fungsi, bentuk dan karakteristik yang relatif sama dengan IC lain sehingga dianggap sanggup menjadi pengganti (substitute) bagi IC lain tersebut.
Data IC ekivalen kadang diharapkan sebagai materi tumpuan dikala upaya perbaikan yang mengharuskan penggantian IC menemui kendala, contohnya IC yang hendak diganti itu ternyata sulit didapatkan atau tidak tersedia di pasaran di suatu daerah.
Dengan data IC ekivalen diketahuilah IC apa saja yang memungkinkan untuk menjadi penggantinya dan tersedia stoknya di pasaran.
Berikut ini ialah data sebagian IC ekivalen dari aneka macam produk/keluaran.
Beberapa di antaranya mungkin sudah tidak beredar lagi (IC obsolet).

AN264 (dual audio pre-amplifier), ekivalen : AN7311
AN1393 (dual comparator), ekivalen : LM393
AN1741 (single op-amp), ekivalen : LM741, uA741
AN7112 (0,5W audio power-amplifier), ekivalen : KA2212, LA4140
AN7116 (single audio po-amp), ekivalen : TA7313
AN7120 (single audio amplifier), ekivalen : LA4112
AN7147 (dual 5,3W audio amplifier), ekivalen AN7149, HA1392, HA13102
AN7205 (FM pre-amplifier), ekivalen : LA1185, TA7358, KA22495
AN7420 (MPX FM stereo), ekivalen : KA2263, TA7343, KIA6043
BA536 (4,5W dual audio amplifier), ekivalen : BA5402
BA5406 (dual audio power-amplifier), ekivalen : BA5408
BA6124 (LED VU-driver), ekivalen : LB1403, KA2284, AN6884
BA715 (dual op-amp), ekivalen : TA75458s, LA6458s, NJM4558s
BA718 (op-amp), ekivalen : TA7558s
CA3065 (sound IF TV), ekivalen : LA1365, HA1124
CX141A, ekivalen : M51356p
CXA1034M, (dual low voltage audio), ekivalen : AN7108, KA22132
DBL1032-D (dual audio power-amplifier), ekivalen : TDA2005, TDA2005s, LM2005
GL1237 (dual audio power-amplifier), ekivalen : TDA2005
HA12402 (AM-FM radio with power-amplifier), ekivalen : TA7613p, ULN2204A
HA1377 (dual audio power-amplifier), ekivalen : AN7178, HA1398, HA13108
HE-06 R (audio single amplifier), ekivalen : TA7331
IX0003 (dual comparator), ekivalen : LM393
IX00407A (single audio power-amplifier), ekivalen : TDA2003
IX0043CE (sound IF TV), ekivalen : LA1365, HA1124
IX0054CE (single audio power-amplifier), ekivalen : uPC575
IX0065CE (vertical-horizontal osc. TV), ekivalen : HA11235
IX0069CE (CMOS 2 NOR buffer), ekivalen : CD4001B, MC14001B
IX0072CE (CMOS 2 NAND), ekivalen : CD4011B
IX0101TA (sound output TV), ekivalen : AN5265
IX0111CE (5V DC regulator), ekivalen : LM78M05, uA7805
IX0143 (dual audio power-amplifier), ekivalen : uPC1263, KA2214
IX0199CE (remote control receiver), ekivalen : uPD1987C, uPD1937C
IX0260CE (TV grup band selector), ekivalen : LA7910, KA7910
IX0225CE (dual audio power-amplifier), ekivalen : LA4440
IX0238CE (vertical output TV), ekivalen : uPC1378H
IX0214CE (dual DC control IC), ekivalen : TA7630, KIA6930p
IX0640 (vertical output TV), ekivalen : LA7830
IX0640CE (vertical output TV), ekivalen : AN5515
IX0934CE (dual audio power-amplifier), ekivalen : LA4270
IX0948CE (vertical output TV), ekivalen : AN5521
IX1041 (stereo OTL hybride amplifier), ekivalen : STK435
IX1070AF (5,8W single audio power-amplifier), ekivalen : TA7205, KIA7205
IX1086AF (AM-FM IF radio), ekivalen : AN7218, KA1018
IX1116AF (dual audio pre-amplifier), ekivalen : BA328, MB3106
IX1185BM (+12V DC regulator), ekivalen : L7812CV, LM340K-12
KA2206 (dual audio power-amplifier), ekivalen : LA4182, TEA2025
L202 (darlington transistor array), ekivalen ULN2003
LA3220 (audio pre-amplifier), ekivalen : KA2224
LA4140 (0,5W audio power-amplifier), ekivalen : TA7313, KA2212, HA12013
LA4160 (mono amplifier), ekivalen : KA2213, uPC1165C
LA4180 (dual audio amplifier), ekivalen : LA4190, KA2206
LA4182 (dual audio amplifier), ekivalen : LA4183, KA22061, TEA2025
LA4425 (single audio power-amplifier), ekivalen : LA4225
LA4445 (dual audio power-amplifier), ekivalen : KA2210
LA4500 (dual audio po-amp), ekivalen : LA4505
LA4550 (dual audio amplifier), ekivalen : LA4555, LA4192, TEA2025
LM383 (8W single audio power-amplifier), ekivalen : TDA2002
M51515 (dual audio power-amplifier), ekivalen : M51517
M51521 (dual audio pre-amplifier), ekivalen : LA3160
M51841p (timer), ekivalen : NE555N-8, uA555TC-8, TA7555s
MB3105 (dual audio pre-amplifier), ekivalen : M5152L, uPC1032H
MB3106 (dual audio pre-amplifier), ekivalen : M51521, BA328
MB4204 (quad comparator), ekivalen : LM339N, uA339PC
MC34004L (quad op-amp), ekivalen : TL084
MC34074 (quad op-amp), ekivalen : TL074
MC3456p (dual timer), ekivalen : NE556N, uA556PC
RC4156DC (op-amp), ekivalen : uA748CH
SN75188N, ekivalen : MC1488p, LC75188T
SN75189N, ekivalen : MC1489p, LC75189T
SN76591p, ekivalen : MC1391p, LM1391N
TA7137 (audio pre-amp with AGC), ekivalen : LA3210
TA7240AP (5,8W dual audio power-amplifier), ekivalen : KA2211, TA7270
TA7282 (dual audio power-amplifier), ekivalen : KIA6282
TA7283 (dual audio power-amplifier), ekivalen : KIA6283, KA22062
TA7357 (dual audio pre-amplifier), ekivalen : LA3161, M5152
TA7375p (dual audio pre-amplifier), ekivalen : LA3161
TA7506M (dual op-amp), ekivalen : LM301AH, uA301HC
TA75902p (quad op-amp), ekivalen : KIA75902p, GL324, LM324
TA7640 (AM-FM IF radio), ekivalen : KA22471
TA8221AH (dual BTL power-amplifier), ekivalen : KIA6210AH
TBA820M (1,2W single audio power-amplifier), ekivalen : KA2201
TBA222 (single op-amp), ekivalen : uA741HC, LM741H
TDA0741D (single op-amp), ekivalen : uA741TC-8, MC1741CP-8
TDA1083 (AM-FM radio with power-amplifier), ekivalen : KA22424, HA12402, ULN2202, TA7613
TDA1415 (DC regulator), ekivalen : uA7815, LM340T-15, TA78015
TDA2002 (single audio power-amplifier), ekivalen : TDA2003
TDA2822 (dual low-voltage audio amplifier), ekivalen : KA2209, NJM2073
ULN2003AN (darlington transistor array), ekivalen : TD62003AP
uPC451 (quad op-amp), ekivalen : uPC324, HA17324, LM324
uPC1018C (AM-FM IF radio), ekivalen : KA1018C, AN7218
uPC1188H (monolithic OCL audio power-amplifier), ekivalen : HA1370
uPC1263C (1,2W dual audio power-amplifier), ekivalen : KA2214
uPC1277 (dual audio power-amplifier), ekivalen : uPC1278
uPC1316 (dual audio power-amplifier), ekivalen : uPC1263C, KA2214
uPC1353 (TV sound system), ekivalen : KA2102
uPC1366C (sound TV), ekivalen : KA2912
uPC14305 (5V DC regulator), ekivalen : uA7805UC, AN7805, LM340T-5
uPC14315 (15V DC regulator), ekivalen : uA7815UC, LM340T-15

Catatan perihal IC ekivalen :
Tidak semua IC identik meskipun susunan pin-nya sama. Contohnya ialah GL1237 yang susunan pin-nya sama dengan TDA2005, tetapi secara elektrikal bersama-sama berbeda. Dalam hal ibarat ini penggantian IC perlu disertai penggantian komponen eksternal sebagaimana ‘default’ nilai-nilai komponen dari IC pengganti.
Ada juga sebagian IC yang ekivalen dengan IC lain namun bentuk casing/packing-nya berbeda. Contohnya ialah KA2210 yang ekivalen dengan LA4445. Contoh lainnya ialah TA7270p atau KA2211 yang ekivalen dengan TA7240p. Dalam hal ibarat ini penggantian IC dilakukan dengan sedikit modifikasi pin.

Data Dioda Zener Tanpa Angka Tegangan

Di sebagian denah rangkaian elektronik sering terdapat dioda zener yang tidak dituliskan a Data Dioda Zener Tanpa Angka Tegangan
Di sebagian denah rangkaian elektronik sering terdapat dioda zener yang tidak dituliskan angka tegangannya, hanya tipenya saja.
Bagi para praktisi dan hobbyst yang tidak mempunyai data dioda tersebut tentu saja akan merasa kesulitan, alasannya yaitu kebanyakan toko/penjual spare-parts elektronik hanya tahu wacana dioda zener yang dijualnya menurut angka tegangan dan Watt-nya saja.
Begitulah kenyataannya.

Berikut ini yaitu data beberapa tipe dioda zener (kode Amerika) mencakup angka tegangan zener (Vz, dalam Volt), arus zener maksimal (Iz, dalam mA) dan disipasi daya maksimal (Max.dissipation, dalam Watt).

1N4371 : Vz = 2,7, Iz = 20, Max.dissipation = 0,4
1N5223 : Vz = 2,7, Iz = 20, Max.dissipation = 0,5
1N5227 : Vz = 3,6, Iz = 20, Max.dissipation = 0,5
1N5228 : Vz = 3,9, Iz = 20, Max.dissipation = 0,5
1N5230 : Vz = 4,7, Iz = 20, Max.dissipation = 0,5
1N5231 : Vz = 5,1, Iz = 20, Max.dissipation = 0,5
1N5232 : Vz = 5,6, Iz = 20, Max.dissipation = 0,5
1N5233 : Vz = 6,0, Iz = 20, Max.dissipation = 0,5
1N5234 : Vz = 6,2, Iz = 20, Max.dissipation = 0,5
1N5235 : Vz = 6,8, Iz = 20, Max.dissipation = 0,5
1N5236 : Vz = 7,5, Iz = 20, Max.dissipation = 0,5
1N5239 : Vz = 9,1, Iz = 20, Max.dissipation = 0,5
1N5240 : Vz = 10, Iz = 20, Max.dissipation = 0,5
1N5242 : Vz = 12, Iz = 20, Max.dissipation = 0,5
1N5245 : Vz = 15, Iz = 8,5, Max.dissipation = 0,5
1N5248 : Vz = 18, Iz = 7,0, Max.dissipation = 0,5
1N5250 : Vz = 20, Iz = 6,2, Max.dissipation = 0,5
1N5252 : Vz = 24, Iz = 5,2, Max.dissipation = 0,5
1N5256 : Vz = 30, Iz = 4,2, Max.dissipation = 0,5
1N5257 : Vz = 33, Iz = 3,8, Max.dissipation = 0,5

1N4729 : Vz = 3,6, Iz = 69, Max.dissipation = 1,0
1N4730 : Vz = 3,9, Iz = 64, Max.dissipation = 1,0
1N4732 : Vz = 3,9, Iz = 53, Max.dissipation = 1,0
1N4733 : Vz = 5,1, Iz = 49, Max.dissipation = 1,0
1N4734 : Vz = 5,6, Iz = 45, Max.dissipation = 1,0
1N4735 : Vz = 6,2, Iz = 41, Max.dissipation = 1,0
1N4736 : Vz = 6,8, Iz = 37, Max.dissipation = 1,0
1N4737 : Vz = 7,5, Iz = 34, Max.dissipation = 1,0
1N4739 : Vz = 9,1, Iz = 28, Max.dissipation = 1,0
1N4740 : Vz = 10, Iz = 25, Max.dissipation = 1,0
1N4742 : Vz = 12, Iz = 21, Max.dissipation = 1,0
1N4744 : Vz = 15, Iz = 17, Max.dissipation = 1,0
1N4746 : Vz = 18, Iz = 14, Max.dissipation = 1,0
1N4747 : Vz = 20, Iz = 12,5, Max.dissipation = 1,0
1N4749 : Vz = 24, Iz = 10,5, Max.dissipation = 1,0
1N4751 : Vz = 30, Iz = 8,5, Max.dissipation = 1,0
1N4752 : Vz = 33, Iz = 7,5, Max.dissipation = 1,0

Keep happy soldering!

Tulisan lain sehubungan dengan dioda :
Kopel sinyal ac kecil dengan dioda
Pengetesan dioda dengan AVO-meter .

Mengenal Transformator Daya

Transformator atau transformer atau sering juga disebut dengan trafo yaitu komponen Mengenal Transformator Daya
Transformator atau transformer atau sering juga disebut dengan trafo yaitu komponen/part elektronik yang memiliki fungsi untuk mentransfer daya listrik dalam bentuk AC (Alternating Current) atau dalam bentuk denyut-denyut tegangan tertentu.
Transformator tidak mentransfer daya dalam bentuk tegangan DC dengan kurva yang lurus (misalnya dari baterai atau aki).
Pada dasarnya semua transformator yaitu mentransfer daya, dalam bilangan yang besar ataupun yang kecil, dalam frekwensi AC yang rendah ataupun yang tinggi. Akan tetapi yang akan dibicarakan di sini yaitu khusus transformator daya untuk penggunaan umum pada frekwensi listrik AC 50/60Hz.

Bagian-bagian transformator, fungsi dan cara kerjanya.
Transformator terdiri dari tiga kepingan utama yang membentuknya, yaitu : Gulungan primer, gulungan sekunder, dan inti.
Gulungan primer yaitu lilitan-lilitan kawat tembaga berlapis email yang digulung pada inti yang berfungsi mengadopsi daya listrik dari suatu sumber AC, sedangkan gulungan sekunder yaitu lilitan-lilitan kawat yang digulung pada inti yang berfungsi melimpahkan daya listrik yang telah diambil itu kepada beban (load) tertentu. Inti yaitu besi khusus daerah digulungkannya gulungan primer dan gulungan sekunder secara bersama-sama.
Antara gulungan primer dengan gulungan sekunder tidak ada sambungan/kontak, kedua gulungan itu saling terisolasi. Transfer daya listrik terjadi dengan terjangkitnya medan magnet (fluks magnetik) yang berubah-ubah pada inti yang disebabkan oleh mengalirnya arus AC pada gulungan primer, lalu perubahan-perubahan medan magnet ini diinduksikan kepada gulungan sekunder dan menjadi perubahan-perubahan tegangan.

Secara teoritis, tegangan dan arus yang ditransfer oleh transformator yaitu utuh 100%. Ini berarti kalau tidak ada arus yang mengalir dari gulungan sekunder maka gulungan primer pun tidak akan menarik arus.
Akan tetapi di dalam prakteknya tidaklah demikian.
Meskipun pada gulungan sekunder tidak terjadi pemakaian arus, di gulungan primer masih mengalir arus (meskipun kecil). Ini disebabkan lantaran ketidak-sempurnaan transformator, antara lain dikarenakan adanya kerugian-kerugian pada materi pembuat inti, kerugian tembaga, kerugian gulungan (seperti contohnya adanya rongga/celah antar lilitan), kerugian panas dan lain-lain. Dalam prakteknya transfer daya utuh 100% tidak pernah tercapai. Efisiensi terbaik transformator yang bisa dicapai konon yaitu 98%, tetapi kebanyakannya lebih rendah dari itu. Bahkan banyak transformator kecil murahan yang dibentuk asal jadi hanya memiliki efisiensi sekitar 50%.

Transfer daya dengan menaikkan atau menurunkan tegangan.
Transfer daya pada transformator dilakukan dengan menurunkan tegangan atau menaikkannya (di gulungan sekunder) dengan konsekwensi : Jika tegangan diturunkan yang besar yaitu arusnya, dan kalau tegangan dinaikkan maka arusnya akan mengecil, lantaran daya yaitu perkalian tegangan dengan arus.
Di sebagian kalangan masyarakat awam ada anggapan bahwa dikala tegangan dinaikkan dengan memakai transformator maka daya listrik pun akan menjadi bertambah besar, dan dikala tegangan diturunkan maka konsumsi daya listrik akan menjadi lebih hemat.
Tentu saja anggapan ini yaitu anggapan yang salah.
Sebagaimana telah disinggung bahwa dikala tegangan dinaikkan konsekwensinya yaitu arusnya akan mengecil (pada besaran daya yang sama), dan apabila tegangan diturunkan tidak pernah terjadi penghematan daya, terlebih lagi setiap transformator dalam prakteknya tidak ada yang memiliki efisiensi 100%.
Kesimpulannya yaitu : Setiap kali transformator digunakan, entah untuk menaikkan ataupun menurunkan tegangan yang terjadi sebetulnya yaitu justeru pemborosan. Namun meskipun pemborosan, di dalam banyak hal penggunaan transformator tetap lebih dibutuhkan untuk menghindari pemborosan yang lebih besar lagi kalau tidak menggunakannya.

Pada power-transformator atau AC-transformer digunakan istilah satuan VA (Volt-Ampere).
VA yaitu satuan daya listrik yang lebih spesifik menyangkut persoalan tekhnis, didapatkan dari :

VA = VRMS x IRMS

Tentang VRMS dan IRMS bisa diikuti dalam :
Mengenal AC .

Besarnya tegangan yang dilimpahkan kepada gulungan sekunder tergantung dari perbandingan antara banyaknya lilitan pada gulungan primer dengan banyaknya lilitan pada gulungan sekunder.
Contoh : Pada gulungan primer yang banyaknya 110 lilitan diberikan tegangan AC sebesar 110V. Maka pada gulungan sekunder yang banyaknya 30 lilitan akan muncul tegangan AC sebesar 30V.
Dari pola itu sanggup disimpulkan :

Vp : Vs = Np : Ns

Di mana Vp yaitu tegangan primer, Vs yaitu tegangan sekunder, Np yaitu gulungan primer dan Ns yaitu gulungan sekunder.
Dengan demikian besarnya tegangan sekunder sanggup diketahui :

Vs = (Vp.Ns) / Np.

Jenis-jenis transformator daya.
Ada beberapa macam transformator daya yang biasa digunakan untuk keperluan umum, yaitu :

Transformator atau transformer atau sering juga disebut dengan trafo yaitu komponen Mengenal Transformator Daya

Transformator tegangan tunggal.
Transformator ini memiliki satu gulungan tunggal yang utama pada kepingan sekundernya, lantaran itu tegangan keluarannya pun tunggal. Transformator tegangan tunggal sering juga disebut dengan trafo “nol”, disebut begitu lantaran memiliki dua sambungan keluaran yang salah satunya yaitu 0V (nol Volt). Trafo nol biasa disebutkan hanya tegangan dan besar arus sekundernya saja. Contoh : trafo 0 – 12V/3A, trafo 0 – 18V/5A dan lain-lain.
Penggunaan trafo nol terdapat sangat banyak di banyak sekali perangkat elektronik menyerupai radio-tape recorder, DC-regulator, penguat audio system OTL dan BTL, dan lain-lain.

Transformator tegangan terbelah.
Transformator tegangan terbelah yaitu transformator yang memiliki dua keluaran tegangan yang sama besar namun saling berlawanan fasa. Di antara dua terminal tegangan keluarannya itu terdapat terminal “CT” (Center Tap) yang menjadi titik tengah tegangan dan sering difungsikan sebagai jalur ground. Karena itu transformator ini sering juga disebut dengan “trafo CT”.
Trafo CT sangat banyak digunakan terutama pada rangkaian-rangkaian catu daya tegangan terbelah (split voltage power-supply). Rangkaian penguat audio system OCL semuanya memakai catu daya tegangan terbelah, atau sering disebut catu-daya tegangan simetrik.

Step-up dan step-down trafo.
Step-up trafo yaitu transformator yang menaikkan tegangan sumber menjadi lebih tinggi, pola : trafo step-up dari 110V ke 220V.
Step-down trafo yaitu transformator yang menurunkan tegangan sumber menjadi lebih rendah, pola : trafo step-down dari 220V ke 110V.
Step-up dan step-down trafo biasanya yaitu satu transformator yang sanggup difungsikan sebagai kedua-duanya. Ia memiliki tiga terminal yaitu terminal untuk tegangan 110V, terminal untuk tegangan 220V dan terminal 0V. Ketika difungsikan sebagai step-up trafo maka tegangan masukan (AC input) diberikan kepada terminal 0V dan 110V, sedangkan tegangan keluaran (AC output) diambil dari terminal 0V dan 220V. Terminal 0V digunakan secara bersama-sama.
Step-up dan step-down trafo digunakan apabila tegangan listrik yang tersedia tidak sesuai dengan tegangan yang dibutuhkan oleh sebuah peralatan listrik. Contoh : Sebuah freezer keluaran usang memerlukan tegangan suplai AC 110V, sedangkan tegangan listrik yang ada yaitu 220V, maka digunakanlah step-down trafo untuk menurunkan tegangan 220V menjadi 110V.

Oto-transformator.
Transformator ini menaikkan atau menurunkan tegangan sumber sesuai dengan kebutuhan. Tegangan keluaran disadap dari titik-titik pada gulungan transformator di mana pada titik-titik itu terdapat tegangan AC yang berbeda-beda. Penyadapan tegangan keluaran kepada titik-titik itu dilakukan dengan saklar/switch.
Oto-transformator sering digunakan untuk peralatan charger yang sanggup men-charge banyak baterai/aki secara massal bersama-sama. Transformator ini juga sering digunakan untuk memperlihatkan supply tegangan kepada bentangan kawat nikelin (kawat pemanas) yang digunakan untuk memotong materi Styrofoam.

Standar tegangan pada transformator daya.
Di pasaran umum beredar transformator dengan besar tegangan dan kemampuan arus yang berbeda-beda. Tegangan-tegangan standar yang biasa ada pada transformator daya yaitu :
3V, 4,5V, 6V, 7,5V, 9V dan 12V.
Standar tegangan ini ada pada transformator arus kecil, yaitu antara 300mA hingga 1A.
12V, 15V, 18V, 24V, 32V, dan 45V.
Standar tegangan ini ada pada transformator arus besar, yaitu antara 2 hingga 30A.

Happy learning!

Tulisan lain wacana transformator : Transformator CT dari transformator 0V .

Mengenal Ic

part elektronik di mana di dalamnya terangkai transistor Mengenal IC
IC ialah abreviasi dari Integrated-Circuits, artinya rangkaian/sirkit terintegrasi.
IC ialah komponen/part elektronik di mana di dalamnya terangkai transistor-transistor, dioda, resistor, kondensator keramik, dan lain-lainnya dalam suatu pola rangkaian tertentu untuk tujuan penggunaan tertentu.  Jadi, IC bekerjsama ialah rangkaian elektronik yang sudah jadi dalam packing ketat dengan bentuk lebih kecil dan lebih kompak.  Untuk variasi penambahan komponen eksternal atau untuk koneksi IC kepada power-supply, input, output dan lain-lainnya terdapat pin-pin (kaki-kaki elektroda) yang memiliki fungsi-fungsi tertentu, tergantung rangkaian di dalamnya.  Fungsi dari pin-pin ini sanggup diketahui dari datasheet IC yang bersangkutan.

Setiap IC dibentuk dengan pola rangkaian tertentu untuk tujuan penggunaan tertentu, contohnya IC LA 3160 ialah IC yang di dalamnya terdapat rangkaian pre-amplifier untuk pick-up magnetik, IC TA8167 ialah IC yang di dalamnya terdapat rangkaian peserta radio AM/FM, dan lain-lain.
Namun setiap IC juga dibentuk dengan karakteristik yang tersendiri masing-masing.
Sebagai pola IC TDA2003 berbeda kartakteristik dengan IC TDA2030 meskipun keduanya ialah sama-sama IC audio amplifier dan diproduksi oleh perusahaan yang sama pula.  Kedua IC itu berbeda dalam hal penggunaan tegangan suplai, daya output, komponen pelengkap eksternal dan lain-lain.

Pembagian jenis IC.
Ditinjau dari pengoperasian sinyalnya IC terbagi menjadi dua bagian, yaitu IC analog dan IC digital.

IC analog
ialah IC yang dioperasikan untuk sinyal-sinyal analog, atau sering juga diistilahkan dengan IC linier. Termasuk di antaranya :
  • IC radio (receiver, transmitter, RF-amplifier, modulator-demodulator, dan lain-lain).  Contoh : TA7640AP, KIA6040, BA4116, LA2110, MC3361, MC1496, HA12413 dan lain-lain.
  • IC audio (pre-amplifier, power-amplifier, tone-control, stereo decoder, chroma TV, dan lain-lain).  Contoh : TA7137, M5152, LM386, BA5412, TDA1524, STK4140, dan lain-lain.
  • IC regulator (switching-regulator, DC voltage-stabilizer, motor-regulator).  Contoh : STRS6707, STRW6753, 7812, LM317, LM1084, TL431, dan lain-lain.
  • IC op-amp (operational-amplifier).  Contoh : uA741, LM324, LM3900, TL074, BA4558, MC358, NE5534, dan lain-lain.
  • IC komparator.  Contoh : LM339, LM393, LM111, LP2901, MAX944, TLC352, dan lain-lain.
  • IC timer. Contoh : NE555, NE556.
IC digital
ialah IC yang dioperasikan untuk sinyal-sinyal digital. Termasuk di antaranya :
  • IC digital (umum). IC digital umum yang banyak beredar biasa diawali dengan angka “40”.  Contoh : 4011, 4017, 4020, 4050, dan lain-lain.
    Sebagian IC digital ada juga yang diawali dengan angka “41” dan “45”.  Contoh : 4104, 4508, 4522, 4556, dan lain-lain.
  • IC TTL (Transistor-Transistor Logic). IC ini biasa diawali dengan angka “74”.  Contoh : 7400, 74LS04, 74LS107, 74HC32, 74ACT20, dan lain-lain.
  • IC memory dan RAM (Random Access Memory).  Contoh : 24C01, MCM44G64, M58659p, uPD41464, UT61256, dan lain-lain.
  • IC jadwal dan microcomputer.  Contoh : uPD78001B, TMP47C834N, MB88401-P, HD44840, HMCS46CL, P8748H, dan lain-lain.
Ditinjau dari pengoperasian dayanya IC dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu IC monolitik dan IC hybrid.

IC monolitik
ialah IC tunggal untuk pengoperasian daya kecil.
Semua IC berbentuk kecil dan dengan konsumsi daya kecil sampai menengah dari banyak sekali fungsi tergolong ke dalam kelompok IC ini.  Contoh : KA22429 (portable FM radio), TDA8140 (horizontal deflection power driver), BA6564A (tone ringer), W91312A (pulse dialer), LA4192 (2,3W stereo amplifier), dan lain-lain.

IC hybrid
ialah IC besar untuk pengoperasian daya yang besar.
Semua IC berbentuk besar dan dengan konsumsi daya yang besar dari banyak sekali fungsi tergolong ke dalam kelompok IC ini.  Contoh : STK465, STK4141 II (audio stereo amplifier), STK6712AMK4 (4-phase stepping motor driver), dan lain-lain.

Bentuk IC dan nomor pin IC.
Ada banyak sekali bentuk IC dan kemungkinan masih sanggup bertambah lagi di waktu yang akan datang.  Jika membahas semua bentuk IC yang ada secara lengkap mungkin tidak akan cukup meskipun dibentuk dua goresan pena artikel tersendiri.  Karena itu di sini hanya akan dicontohkan beberapa bentuk IC yang umum dan paling banyak beredar saja, di antaranya :

part elektronik di mana di dalamnya terangkai transistor Mengenal IC

SIL (Single in Line)
ialah bentuk IC dengan susunan pin dalam satu barisan.
Penomoran pin dimulai dari kiri ke kanan dengan sisi di mana terdapat goresan pena tipe IC menghadap ke depan.

DIL (Dual in Line)
ialah bentuk IC dengan dua barisan pin.
Penomoran pin dimulai dari tanda “dot” (titik) berlawanan arah jarum jam dengan sisi goresan pena tipe IC menghadap ke atas.

Pentawatt
ialah bentuk IC yang memiliki 5 pin dengan satu barisan pin yang berselang-seling depan-belakang. Penomoran pin dimulai dari pin bab depan paling kiri dengan sisi goresan pena menghadap ke depan.

TO220
ialah bentuk IC yang memiliki 3 pin, ibarat bentuk transistor daya menengah.

Multiwatt
ialah bentuk IC yang memiliki lebih dari 5 pin dengan satu barisan pin yang berselang-seling depan-belakang.

Nama type IC.
Nama type pada IC mengatakan perusahaan pembuat IC tersebut. Misalnya IC dengan inisial awal TL dibentuk oleh perusahaan Texas Instruments, BA dibentuk oleh perusahaan Rohm, MB dibentuk oleh perusahaan Fujitsu Semiconductor, W dibentuk oleh perusahaan Winbond, dan lain-lain.  Contoh : TL494, BA5412, MB3614, W91312A.
Umumnya setiap tipe IC ialah khas, dibentuk dengan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan pembuatnya.
Namun ada beberapa IC tipe tertentu yang dibentuk oleh banyak perusahaan yang semuanya sama, dengan nomor seri yang sama pula, hanya inisial awalnya saja berbeda alasannya ialah mengatakan perusahaan pembuatnya.  IC yang ibarat ini ialah IC yang sangat terkenal dan sangat banyak penggunaannya di banyak sekali penerapan pada sirkit-sirkit elektronik.
Contohnya ialah IC quad op-amp 324.
National Semiconductor memproduksi IC ini dengan label LM324, Hitachi memproduksi IC ini dengan label HA17324, Perusahaan Rohm menciptakan dengan label BA324, Fairchild menciptakan juga dengan label uA324. Beberapa perusahaan yang lain juga memproduksi dengan inisialnya masing-masing.
Contoh lainnya ialah IC timer 555.
Beredar IC tipe ini dengan banyak label, ibarat : NE555, LM555, BA555, TL555, HA17555, uA555, dan lain-lain.
Karena itu untuk IC terkenal ibarat ini atau yang semisal dengannya, biasanya hanya disebutkan nomor serinya saja.  Misalnya apabila disebutkan IC “741”, maka dalam prakteknya sanggup memakai LM741, uA741, BA741 dan sebagainya.

Happy learning!


Tulisan lain ihwal IC :
Keluarga IC regulator 78XX dan 79XX
Komponen opto-elektronik .