Cara Menghindari Dan Menyikapi Dendam
Cara Menghindari Dan Menyikapi Dendam - Kembali lagi di blog Cara2xMudah, Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan artikel tentang Cara Menghindari Dan Menyikapi Dendam, dan admin telah menyiaplkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan pada Artikel Motivasi dan gaya hidup, yang kami tulis ini dapat dengan mudah anda pahami. baiklah, tidak usah berlama-lama selamat membaca.Judul : Cara Menghindari Dan Menyikapi Dendam
link : Cara Menghindari Dan Menyikapi Dendam
Baca juga
Cara Menghindari Dan Menyikapi Dendam
Manusia yaitu kombinasi malaikat dan binatang, Kita perlu menyadari bahwa insan mempunyai potensi untuk berbuat baik dan berbuat jahat, disakiti dan menyakiti perasaan yaitu bumbu dalam kehidupan, oleh karenanya tidak jarang banyak prilaku teman atau saudara kita yang kurang mengenakan hati, menyakiti prasaan kita yang efeknya berkepanjangan, hingga timbul permusuhan dan dendam diantara kita, dendam yaitu imbas dari perasaan terluka dan haknya dilanggra, tentu dendam dan permusuhan sangat tidak baik, disaat kita diliputi perasaan dendam, hati kita tidak akan bahagia, dendam akan menghancurkan budbahasa kita,dendam juga sanggup menghacurkan dunia dan akherat kta, iri dan dengkipun akan hadir mengiringin rasa dendam, tidak sanggup melihat orang lain bahagia, bahkan perasaan dendam akan menjadikan fikiran kotor mirip selalu mencari cara bagaimana untuk mencemarkan dan menjatuhkan lawan kita, sungguh itu yaitu tindakan yang tercela, oleh karenanya kita perlu sejauh mungkin menghindari perasaan dendam dalam diri kita, maka balaslah keburukan dengan kebaikan, kita mngkin tidak sanggup memaksa orang lain untuk berbuat baik pada kita, tapi setidaknya kita sanggup memaksa diri kita untuk berbuat baik pada orang lain, untuk menghindari perasaan dendam, Allah Swt sudah menunjukkan formulanya.
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik. Maka tiba-tiba orang yang antara mu dan antara dia ada permusuhan, seakan-akan telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. Fushilat : 34)
Rasulullah Saw yaitu pribadi yang higienis dari dendam, meskipun dia dicaci dan dimaki, dan terkadang di intimidasi secara fisik dia tetap membuka hati untuk memaafkan semuanya, tak jarang mereka yang mencaci maki dan mengintimidasi dia justru menerima hidayah lantaran keluruhan akhlaknya dan sifat pemaaf beliau.
Allah Swt berfirman :
Orang beriman itu bekerjsama bersaudar. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kau menerima rahmat. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang pria merendahkan kumpulan yang lainya, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan wanita merendahkan kumpulan lainya, boleh jadi yang di rendahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan janganlah memanggil dengan gelar yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan yaitu panggilan (panggilan) yang jelek setelah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dhalim,” (QS. Al-Hujarat : 10-11)
Berikut yaitu beberapa kunci menhindari perasaan Dendam :
Kunci pertama, berlatih menjalin persaudaraan, menjadi saudara bagi sesama, kita berguru meyakini bahwa kita semua yaitu saudara, saudara disini bukan hanya saudara secara biologis, nasab atau ada ikatan darah, namun saudara dalam artian luas melintasi batas-batasan tersebut bahkan batas negara suku dan ras. Semakin tebal rasa persaudaraan kit, hidup kita akan semakin ringan
Maka dengan demikian kita harus meyakini bahwa tetanggapun yaitu saudara seiman kita, mirip ponakan dan kakak, tapi sayangnya kerap kali hanya lantaran subuah dilema yang sepele kita menjadi musuh, tetangga menjadi musuh, mertua bahkan orang tua, jikalau demikian betapa beratnya hidup kita, yang perlu kita ingat bahwa hidup kita bukan hanya hari ini saja ada hari esok yang menanti bahkan hari pembalasan, daripada kita merusak hati kita dan hari esok kita dengan permusuhan dan dendam lebih baik berdamai dan menjalin persahabatan, ada berbagai manfaat dalam persaudaraan. Dikala kita sedang kesusahan akan ada bnyak saudara yang membntu kita, begitu juga sebalik nya disaat ada saudara kita sedang kesusahan kita jangan ragu untuk membantunya
Kunci kedua, dendam lahir dari sebuah permasalahan yang tak kunjung selesai, dan tak segera dibicarakan, seorang pendendam cenderung memikirkan dilema bukan jalan keluar, sehingga secara tidak pribadi dia telah memelihara rasa dendam dalam hatinya, dan terus menggeluti perasaan dendam itu.
Maka dari pada kita terus memikirkan dilema lebih baik kita cari jalan keluarnya, dari pada bergelut dengan perasaan dendam yang semakin di fikirkan semakin menyiksa batin lebih baik bicarakan dilema kia secara baik-baik, itu akan lebih baik ketimbang kita menyimpan dendam yang lamakelamaan akan mengrogoti hati kita.
Kunci ketiga, seperti yang dikatakan di awal, disakiti dan mnyekiti yaitu bumbu dalam kehidupan, setiap kita yaitu ujian bagi yang lain, oleh karenanya kita hrus siap dengan segala kemngkinan rasa kecewa, semakin banyak banyak orang yang tersakiti semakin besar pula potensei orang menyakiti kita,
Memang bila kita tersakiti mungkin kita sanggup merasa dendam, tapi kita sanggup berguru untuk menhilangkan nya, itu bukan hal yang mustahil, mirip seorang karateka yang berlatih memecahkan kerikil bata, kerikil itu tidak akan pribadi pecah pada pukulan pertama, namun perlahan hari demi hari pukulan demi pukulan dia berlatih niscaya pecah, kesannya di hari kesekian di pukulan kesekian kerikil itupun pecah, semua ada prosesnya, tangan sang karateka itu lecet-lecet dan memar lantaran latihan selama berhari hari untuk memecahkan kerikil bata tersebut, tapi itu yaitu proses yang harus di lalui,
Seperti halnya hati kita, jikalau kita biarkan hati kita terlalu sensitif maka hati kita akan gampang tersakiti, terluka dan kesannya dendam, akan tetapi jikalau kita selalu melatih hai kita hati kitapun akan semakin kuat, mirip tangan sang karateka tersebut, semakin mantap menghadapi segala kemungkinan kekecewaan yang akan di hadapi dan tak gampang tersakiti, jikapun disakiti dia tidak akan melihat orang itu sebagai pihak yang menyakiti, tapi melihatnya sebagai ujian dari Allah Swt, selalu sanggup melihat pesan yang tersirat di balik dilema dan kekecewaan yang di hadapi,
Sesungguhnya semuah perlakuan orang lain yang menyakiti kita, mengecewakan dan murka niscaya ada hikmahnya jikalau kita sanggup menyikapinya dengan benar, yang pertama, adalah penilaian diri, dalam setiap dilema ada alasannya yaitu akibat, begitu pula ketik orang lain menykiti kita, cobalah ingat kembali barangkali tanpa kita sadari kita sudah menyakitinya dan mengundang kebencian. Yang kedua, memperbaiki diri, jawablah perlakuan orang lain dengan budbahasa yang baik, meskipun kita dihina dan di cemooh, jadikanlah segala perlakuan orang lain yang kurang menyenangkan sebagai jalan menyucikan diri dengan bersabar, dengan demikian kita akan menjadi pribadi yang lebih baik, jikalau kita menjadi pribadi yang baik maka Allah Swt akan memuliakan kita, jikalau Allah Swt memuliakan kita, kita tidak akan terhina hanya lantaran hinaan orang lain,
Tentu semua ada prosesnya, melatih hati dalam segala goresan yaitu kuncinya, hati kita menyerupai cermin jikalau tidak sering di gosok mana mungkin sanggup menjadi jernih.
Demikianlah artikel kali ini tentang Cara Menghindari Dan Menyikapi Dendam
dengan adanya artikel Cara Menghindari Dan Menyikapi Dendam yang admin bagikan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan atau artikel menarik lainnya dan terimaksih telah berkunjung.
Anda sekarang membaca artikel Cara Menghindari Dan Menyikapi Dendam dengan alamat link https://cara2xmudah.blogspot.com/2015/06/cara-menghindari-dan-menyikapi-dendam.html
