Manajemen Peralatan Dan Acara Periode Brooding

Manajemen Peralatan Dan Acara Periode Brooding - Kembali lagi di blog Cara2xMudah, Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan artikel tentang Manajemen Peralatan Dan Acara Periode Brooding, dan admin telah menyiaplkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan pada Artikel broiler, Artikel brooding, Artikel Equipment, Artikel perunggasan, Artikel ternak, Artikel Unggas, yang kami tulis ini dapat dengan mudah anda pahami. baiklah, tidak usah berlama-lama selamat membaca.

Judul : Manajemen Peralatan Dan Acara Periode Brooding
link : Manajemen Peralatan Dan Acara Periode Brooding

Baca juga


Manajemen Peralatan Dan Acara Periode Brooding

Brooding merupakan masa awal pemeliharaan unggas yang sangat penting dan memengaruhi periode pemeliharaan berikutnya (grower/finisher). (Foto: Infovet/Ridwan)

Periode pemanasan atau brooding period merupakan masa paling kritis dalam siklus kehidupan ayam, baik ayam bibit (breeder), petelur (layer) maupun pedaging (broiler), alasannya ialah DOC mengalami proses pembiasaan dengan lingkungan gres semenjak menetas. Periode ini juga merupakan masa proses pembentukan kekebalan (imunitas) tubuh dan masa awal pertumbuhan semua organ tubuh.

Masa brooding pada ayam ialah periode pemeliharaan dari DOC (chick in) hingga umur 14 hari (atau hingga pemanas/brooder tidak digunakan). Baik tidaknya performance (penampilan) ayam di masa selanjutnya seringkali ditentukan dari bagaimana pemeliharaan di masa brooding. Satu hal yang perlu diperhatikan oleh peternak yakni kesalahan administrasi pada periode brooding dan kesudahannya seringkali sulit dipulihkan kembali dan berdampak negatif terhadap performa periode pemeliharaan selanjutnya (grower/finisher).

Berikut peralatan dan acara yang perlu dilakukan pada masa brooding, antara lain:

1. Persiapan Sebelum Chick in
a. Biosekuriti ketat: Biosekuriti ialah kunci menekan penularan banyak sekali penyakit dari ayam periode sebelumnya, di mana untuk mewujudkannya sanggup dilakukan tindakan/perlakuan selama pre chick in yang dimulai dari:
• Tahap persiapan sangkar yang optimal, menyerupai pengangkatan kotoran ayam (feses), penyikatan, hingga ke sela-sela kandang, perbaikan kerusakan sangkar dan desinfeksi kandang.
• Desinfeksi kawasan minum dan kawasan pakan DOC sebelum digunakan kembali.
• Masa istirahat sangkar yang cukup sebelum chick in (minimal 14 hari sehabis desinfeksi).

b. Persiapan dan perlengkapan kandang: Pemilihan materi litter (sekam padi/jerami/serutan kayu halus/kertas), penyediaan kawasan pakan (feeder chick/nampan), kawasan minum DOC dan indukan pemanas gas (Gasolec). Sekam padi materi yang umum digunakan sebagai litter dan ditabur di lantai dengan ketebalan 8-12 cm. Sebelum masuk kandang, sekam padi perlu dikeringkan dan difumigasi atau disemprot dengan desinfektan semoga mematikan basil penyakit yang mungkin ada. Usahakan semoga jumlah peralatan sesuai dengan standar kebutuhan DOC semoga tidak terjadi persaingan antar DOC baik dalam hal pakan, air minum dan ruang gerak. Pada Tabel 1 berikut disajikan Kebutuhan peralatan dan perlengkapan untuk 1.000 ekor DOC.

Tabel 1: Kebutuhan Peralatan dan Perlengkapan Periode Brooding Per 1.000 DOC
Peralatan
Kapasitas
Jumlah Dibutuhkan
Chick guard (seng pembatas)
1.000 ekor (diameter 4-5 meter)
1 buah
Indukan Pemanas Gas
1.000 ekor
1 buah
Tempat pakan (nampan/feeder chick)
50-63 ekor
16-20 buah
Tempat minum 1 galon
80-120 ekor
10-12 buah
Lampu pijar
75 watt
1 buah
Sumber: Manajemen Brooding Medion (2010).

c. Menyalakan alat pemanas: Alat pemanas (Gasolec) sebaiknya dinyalakan satu hari sebelum DOC tiba, dengan tujuan semoga suhu di sekitar lingkungan sudah hangat dan merata. Suhu yang diharapkan untuk DOC bisa diukur dengan memakai termometer yang diletakkan 5 cm di atas permukaan sekam di pinggir chick guard (lingkaran pelindung). Kebutuhan suhu pada masa brooding untuk DOC, menyerupai pada Tabel 2 berikut.

Tabel 2: Kebutuhan Suhu pada Masa Brooding
Umur DOC (hari)
Suhu (°C)
0-3
32-35
4-7
29-34
8-14
27-31
15-21
25-27
Sumber: Sukses Beternak Ayam Broiler (2006).

d. Menyiapkan kawasan minum: Tempat minum diisi air gula merah/aren dengan dosis 50-60 gram gula aren/liter air untuk 6-8 jam pertama, dengan tujuan semoga DOC memperoleh energi gres sehabis kehilangan energi dalam transportasi dari penetasan menuju farm/peternakan.

2. Chick in
a. Penimbangan dan penghitungan DOC: Saat chick in, pertama kali lakukan penimbangan (timbang DOC tolong-menolong boksnya kemudian dikurangi berat boks kosong) dan penghitungan jumlah DOC. Sekaligus memindahkan DOC ke chick guard, lakukan penyeleksian dengan mengisolasi DOC yang terlihat lesu, bulu kusam, kerdil dan mata keruh, alasannya ialah akan menurunkan uniformity (% keseragaman bobot badan) dan kemungkinan menjadi sumber penyakit.

b. Pemberian pakan: Tiga hingga empat jam sehabis semua DOC minum, segera berikan pakan starter (kandungan protein 19-21%) bertahap dengan cara ditabur, alasannya ialah daya tampung tembolok yang terbatas dan terjaga kesejukan pakan akan memacu nafsu makan DOC semoga tetap tinggi dan peternak harus lebih sering mengontrol DOC. Berikut disajikan frekuensi dukungan pakan menyerupai pada Tabel 3 berikut.

Tabel 3: Frekuensi Pemberian Pakan Masa Brooding
Umur (hari)
Frekuensi Pemberian Pakan (kali)
Waktu Pemberian (Jam)

1-3
9
6
8
10
12
14
16
19
21
23
4-6
8
6
8
10
12
14
16
19
21
-
7-10
7
7
10
13
15
17
19
21
-
-
11-14
5
7
10
13
16
19
-
-
-
-
Sumber: Manajemen Brooding (2010).

c. Pemberian air minum: Setelah 6-8 jam pertama dan air minum mengandung gula aren habis, isi kawasan minum dengan air biasa plus vitamin elektrolit semoga perkembangan tubuh DOC lebih optimal lagi.

d. Kontrol kondisi tembolok DOC: Lakukan investigasi konsumsi ransum dan air minum 2-3 jam sehabis dukungan pakan pertama, dengan cara meraba tembolok dari sampel DOC. Bila  75% dari sampel ternyata temboloknya terasa kenyal dan lunak, berarti konsumsi pakan dan air minum cukup, kemudian pengontrolan diulang 24 jam kemudian dan diharapkan 95% tembolok terasa kenyal dan lunak. Bila tembolok terasa keras, kemungkinan DOC banyak memakan sekam dan air minum.

e. Kontrol kondisi sekam: Pada 1-3 jam sehabis chick in, lakukan pengontrolan suhu sekam/litter apakah sudah nyaman atau belum? Salah satu teknik mendeteksinya ialah dengan memperhatikan kondisi kaki DOC, di mana bila litter terlalu panas maka kaki akan tampak kemerahan dan pecah-pecah di bab kuku dan telapaknya, juga DOC yang mengalami hal ini biasanya akan berkumpul menjauh dari brooder. Sebaliknya bila litter terlalu masbodoh maka kaki DOC teraba masbodoh (dibanding suhu tubuh manusia), yang dampaknya konsumsi pakan menurun alasannya ialah DOC cenderung membisu memadati brooder.

f. Kontrol chick guard: Chick guard diperlebar sehabis tiga hari pertama untuk menambah luas lantai (floor space), di mana pelebaran chick guard harus diulang setiap dua hari sekali sekitar 0,3-0,5 m. Setiap pelebaran harus diimbangi dengan penambahan kawasan pakan (feeder) dan kawasan minum (waterer). Floor space yang diharapkan untuk ayam broiler selama tiga ahad pertama sekitar 10-11 m2, tergantung strain ayam itu.

g. Melakukan seleksi dan grading: Seleksi dilakukan secara rutin setiap hari semenjak ahad pertama, dengan tujuan memisahkan DOC yang kerdil, kaki kering, omphalitis (perut kembung) serta absurd (kaki pincang, paruh bengkok, tubuh lemas) dari anak ayam yang masih sehat dan normal. DOC afkir harus segera dimusnahkan dan dicatat (recording) sebagai penyusutan (depletion). Sementara, grading ialah acara pengelompokan ayam menjadi beberapa kelompok dengan standar berat tubuh yang ada. DOC yang kecil diisolasi tersendiri kemudian diberikan perlakuan (treatment) khusus  semoga bisa mengejar ketertinggalan berat badannya dengan cara sesering mungkin membangunkan DOC untuk makan, dukungan pemanas lebih lama, dukungan vitamin elektrolit terus-menerus dan mengurangi perbandingan kawasan makan/minum dengan populasi ayam. Grading dilakukan semenjak ayam berumur 17-22 hari.

h. Mengatur sirkulasi udara kandang: Hal ini perlu dilakukan terutama untuk sangkar terbuka (open house), yang dilakukan 2-3 hari masa brooding (tergantung pada kondisi udara di dalam kandang). Mengatur sirkulasi udara yaitu dengan cara membuka layar/tirai dari bab atas ke bawah (minggu kesatu 1/3 bagian, ahad kedua 2/3 bab dan ahad ketiga seluruh bagian). Namun bila malam hari, dikala hujan turun atau ada hembusan angin dingin, layar bab bawah tetap ditutup hingga ayam berumur empat minggu, dalam arti pertumbuhan bulu sudah tepat menutupi seluruh tubuh.

i. Mengganti kawasan pakan dan kawasan minum: Nampan (feeder chick) mulai diganti dengan kawasan pakan tabung kapasitas 5 kg secara bertahap, yaitu 25% semenjak DOC berumur 5-10 hari. Selanjutnya pada hari ke-15 diganti sebanyak 50% dan pada hari 18-21 diganti 100%. Demikian juga halnya dengan kawasan minum.

j. Membuat laporan (recording): Pencacatan laporan pada masa brooding bertujuan untuk mengetahui perkembangan ayam menyangkut pertambahan berat tubuh mingguan, tingkat keseragaman (uniformity), tingkat konsumsi pakan (feed in take) dan perkembangan kesehatan. Laporan memuat jumlah ayam yang mati/afkir, jumlah dan cara dukungan pakan, obat-obatan, vaksin, berat tubuh mingguan dan tingkat keseragaman. Data perkembangan berat tubuh mingguan dan konsumsi pakan kemudian digambarkan dalam grafik standar berat tubuh dan konsumsi pakan mingguan.

Demikianlah pembahasan perihal masa brooding dan kaitannya dengan administrasi peralatan, serta kegiatan-kegiatan yang penting diaplikasikan, semoga bermanfaat. (SA)

Sumber http://infovet.blogspot.com/


Demikianlah artikel kali ini tentang Manajemen Peralatan Dan Acara Periode Brooding

dengan adanya artikel Manajemen Peralatan Dan Acara Periode Brooding yang admin bagikan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan atau artikel menarik lainnya dan terimaksih telah berkunjung.

Anda sekarang membaca artikel Manajemen Peralatan Dan Acara Periode Brooding dengan alamat link https://cara2xmudah.blogspot.com/2004/12/manajemen-peralatan-dan-acara-periode.html