Tiga Tahun Terakhir Ekspor Peternakan Capai 30 Triliun Rupiah

Tiga Tahun Terakhir Ekspor Peternakan Capai 30 Triliun Rupiah - Kembali lagi di blog Cara2xMudah, Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan artikel tentang Tiga Tahun Terakhir Ekspor Peternakan Capai 30 Triliun Rupiah, dan admin telah menyiaplkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan pada Artikel dirjen PKH, Artikel ekspor, Artikel obat hewan, Artikel Peristiwa, Artikel perunggasan, Artikel Sektor Peternakan, yang kami tulis ini dapat dengan mudah anda pahami. baiklah, tidak usah berlama-lama selamat membaca.

Judul : Tiga Tahun Terakhir Ekspor Peternakan Capai 30 Triliun Rupiah
link : Tiga Tahun Terakhir Ekspor Peternakan Capai 30 Triliun Rupiah

Baca juga


Tiga Tahun Terakhir Ekspor Peternakan Capai 30 Triliun Rupiah

Peternakan ayam broiler. (Sumber: Kompas)

Capaian ekspor sub sektor peternakan cukup menggembirakan. Berdasarkan data realisasi rekomendasi ekspor Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), capaian ekspor peternakan dan kesehatan binatang pada tiga tahun terakhir (2015-2018 semester I) mencapai Rp 30,15 triliun.

“Kontribusi ekspor terbesar pada kelompok obat binatang yang mencapai 21,58 triliun rupiah ke-87 negara, selanjutnya ekspor babi ke Singapura sebesar Rp 3,05 triliun rupiah, susu dan olahannya 2,32 triliun rupiah ke-31 negara, materi pakan ternak asal tumbuhan sebanyak 2,04 triliun rupiah ke-14 negara, kemudian produk binatang non-pangan, telur ayam tetas, daging dan produk olahannya, pakan ternak, kambing/domba, DOC dan semen beku,” ujar Dirjen PKH, I Ketut Diarmita di Jakarta, Senin (12/11).

Menurutnya, peluang ekspansi pasar global komoditas peternakan masih sangat terbuka luas. Adanya permintaan dari negara di daerah Timur Tengah dan negara lain di tempat Asia sangat berpotensi untuk dilakukan penjajakan. “Keunggulan halal dari kita juga sanggup menjadi daya tarik tersendiri untuk ekspor produk peternakan ke wilayah tersebut dan negara muslim lainnya,” ucap Ketut. 

Kendati demikian, lanjut dia, duduk masalah kesehatan binatang dan keamanan produk binatang menjadi informasi penting dalam perdagangan internasional dan seringkali menjadi kendala menembus pasar global. Untuk memanfaatkan peluang ekspor, perlu adanya dukungan, terutama penerapan standar internasional mulai dari hulu ke hilir untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing.

“Kami melalui banyak sekali kesempatan internasional maupun regional, secara konsisten menunjukkan informasi terkait jaminan kesehatan binatang dan keamanan pangan untuk produk yang akan di ekspor, guna memperlancar kendala kemudian lintas perdagangan,” katanya.

Saat ini Kementerian Pertanian terus melaksanakan restrukturisasi di bidang peternakan, salah satunya sektor perunggasan, terutama untuk unggas lokal di sektor III dan IV yang  menjadi sumber utama outbreak penyakit Avian Influenza (AI).

Pihaknya pun terus berupaya membangun kompartemen AI melalui penerapan sistem biosekuriti, yang awalnya hanya 49 titik, ketika ini sudah menjelma 141 titik dan 40 titik lagi masih menunggu proses sertifikasi.

“Kementan terus mendesign aktivitas ini supaya peternak lokal sanggup menerapkannya, sebab kompartemen-kompartemen yang dibangun ini sanggup diakui negara lain, dengan terbentuknya kompartemen tersebut, maka Indonesia sanggup ekspor, terus ekspor dan ekspor lagi,” ungkap Ketut.

Sementara untuk hal penjaminan keamanan pangan, kata Ketut, ketika ini sudah ada 2.132 unit perjuangan ber-NKV (Nomor Kontrol Veteriner). NKV merupakan bukti tertulis sah telah dipenuhinya persyaratan higiene-sanitasi sebagai jaminan keamanan produk binatang pada unit perjuangan produk hewan.

Ia juga menambahkan, untuk ekspor obat binatang sudah ada 54 produsen obat binatang yang mengantongi akta CPOHB (Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik) dan 21 produsen masih proses sertifikasi. Sedangkan untuk meningkatkan ekspor pakan ternak, sudah 52 pabrik pakan telah mempunyai akta CPPB (Cara Pembuatan Ternak yang Baik). (RBS)


Sumber http://infovet.blogspot.com/


Demikianlah artikel kali ini tentang Tiga Tahun Terakhir Ekspor Peternakan Capai 30 Triliun Rupiah

dengan adanya artikel Tiga Tahun Terakhir Ekspor Peternakan Capai 30 Triliun Rupiah yang admin bagikan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan atau artikel menarik lainnya dan terimaksih telah berkunjung.

Anda sekarang membaca artikel Tiga Tahun Terakhir Ekspor Peternakan Capai 30 Triliun Rupiah dengan alamat link https://cara2xmudah.blogspot.com/2003/06/tiga-tahun-terakhir-ekspor-peternakan.html