![]() |
| Dirjen PKH, I Ketut Diarmita. (Foto: Infovet/Ridwan) |
Komoditas sektor perunggasan menjadi salah satu incaran bagi para investor, baik di dalam maupun luar negeri. Hal itu menyerupai disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita.
“Periode 2015-2018 hingga dengan triwulan kedua, komoditas unggas merupakan komoditas paling menarik investor, baik PMA maupun PMDN. Realisasi investasi PMA selama periode tersebut untuk komoditas unggas sebesar 82,14% dan PDMN sebesar 86,78%,” ujar Ketut ketika pertemuan dengan awak media di Jakarta, Senin (12/11).
Ia menambahkan, pada 2018 hingga dengan triwulan II investasi PMA sub sektor peternakan mencapai US$ 54,3 ribu dan PMDN sebanyak Rp 405,1 juta. Sama menyerupai tahun-tahun sebelumnya, peningkatan investasi PMDN di sub sektor peternakan 2018 masih didominasi komoditas unggas, ialah sebesar 85,1% dan komoditas sapi 14,9%.
“Sedangkan untuk investasi PMA bantuan komoditas unggas sebesar 46,9%, komoditas sapi 50,1% dan komoditas lain serta jasa peternakan lainnya sebanyak 3,0%,” terperinci Ketut.
Adapaun kebijakan pemerintah dalam mendukung peningkatan investasi sub sektor peternakan, kata Ketut, diantaranya difokuskan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kemudian memfasilitasi subsidi bunga Kredit Usaha rakyat (KUR) dengan bunga KUR sebesar 7%, akomodasi peningkatan jalan masuk pembiayaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan BUMN, akomodasi pengurangan pajak penghasilan (tax allowance) bagi perjuangan pembibitan sapi potong dan budidaya penggemukan sapi lokal menurut PP No. 18/2015, mitigasi resiko melalui Asuransi Usaha Ternak Sapi dan Kerbau (AUTS/K) dengan akomodasi pertolongan premi untuk 120.000 ekor per tahun semenjak 2016 dan peningkatan pemanfaatan kemitraan antara pelaku perjuangan menengah besar dengan peternak mikro kecil. (RBS) Sumber http://infovet.blogspot.com/
