Untuk lebih memeriahkan peringatan Hari Santri 2018, acap kali kita saling bertukar kirim gambar-gambar ucapan. Pelbagai gambar ucapan selamat Hari Santri bisa kita temukan dengan mudah. Tak mau kalah, pun mendesain dan membagikan beberapa gambar ucapan tersebut.
Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober sejak ditetapkan oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo pada 2015 dengan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 perihal Hari Santri. Setelahnya, setiap tahun, masyarakat antusias merayakan peringatan tersebut dengan pelbagai kegiatan. Tidak terkecuali di tahun 2018 ini.
Dengan perayaan Hari Santri kita diingatkan kembali akan sumbangsih dan tugas santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dalam menjaga dan menegakkan Indonesia sebagai 'darus as-salam' dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kini, tugas aktif santri dalam mengisi kemerdekaan tetap dibutuhkan. Salah satunya ialah dalam rangka membuat Indonesia yang tenang sebagaimana tema Hari Santri 2018 kali ini, 'Bersama Santri Damailah Negeri'.
Kumpulan Gambar Ucapan Hari Santri
Desain gambar-gambar ucapan Hari Santri Tahun 2018 yang dibentuk oleh . Gambar-gambar ini tentunya sanggup diunduh kemudian dibagikan melalui pelbagai media umum semisal facebook, twitter, instagram, whatsapp, dan telegram. Baik sebagai foto profil, story, update status, maupun dikirim secara pribadi.
Gambar ucapan Hari Santri 2018 dengan goresan pena tema tahun ini, Bersama Santri Damailah Negeri dan logo Hari Santri 2018 bersama logo Resolusi Jihad. Santri dibutuhkan bisa membawa nilai-nilai perdamaian di negeri Indonesia yang pluralis.
Gambar ucapan selamat Hari Santri 2018 dengan tagline 'Tanpa 22 Oktober Tak Ada 10 November'. Ini untuk mengingatkan bahwa keluarnya resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober yang disampaikan oleh KH. Hasyim Asyari menjadi salah satu pemicu penting terjadinya perlawanan terhadap penjajah di Surabaya, utamanya terjadi kejadian 10 November 1945 yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Selama Santri Masih Ngaji Pada Kyai Jayalah Bangsa dan Negeri, merupakan kepingan dari lirik lagu Hari Santri 2018. Selama santri masing memegang teguh prinsip 'thalabul ilmi' dan menimbulkan kyai sebagai referensi dan panutan, insyaallah Indonesia tetap menjadi bangsa dan negeri yang jaya.
Gambar ucapan selamat Hari Santri dengan tagline 'Bersama Santri Damailah Negeri'. Ditambah dengan gambar potongan frame dari film Sang Kyai.
Silakan unduh dan bagikan gambar ucapan selamat Hari Santri 2018 tersebut di atas untuk lebih menyemarakkan peringatan Hari Santri 2018. Sekaligus menggelorakan tekad santri untuk terus aktif berjuang menegakkan NKRI.
Menyambut Hari Santri Nasional Tahun 2018, mendokumentasikan Lagu Hari Santri Terbaru, Tahun 2018 yang biasa disebut juga sebagai Lagu Bersama Santri Damailah Negeriku. Lagu resmi peringatan Hari Santri Nasional 2018 ini tersedia dalam format video, MP3, dan musik instrumental atau musik karaoke tanpa vokal. Tidak lupa lirik lagu Hari Santri 2018 secara lengkap dan utuh.
Lagu resmi Hari Santri Tahun 2018 atau Theme Song Hari Santri, kerap disebut juga dengan judul Bersama Santri Damailah Negeriku. Hal ini sesuai dengan pada tema peringatan Hari Santri Tahun 2018.
Bagi yang membutuhkan, silakan download lagu ini sesuai format yang dibutuhkan. Baik dalam format video youtube, MP3, maupun lagu tanpa vokal atau musik instrumental. Jenis yang terakhir akan sangat cocok dipakai sebagai pengiring paduan suara. Kesemuanya merupakan versi lengkap (full) dengan durasi sekitar 3 menit.
1. Video Lagu Hari Santri 2018
Video lagu Hari Santri Nasional 2018 - Bersama Santri Damailah Negeriku berikut ini sebelumnya telah admin upload ke situs membuatkan video youtube.
Untuk menyimak lagu ini cukup tekan tombol play di bawah ini.
Dalam video tersebut juga telah disertakan lirik lagu secara lengkap.
Adapun lirik lagu resmi Hari Santri 2018 yaitu sebagai berikut:
Theme Song Hari Santri (Bersama Santri Damailah Negeri)
22 Oktober 45 Resolusi jihad panggilan jiwa Santri dan ulama tetap setia Berkorban pertahankan indonesia
Saat ini kita telah merdeka Mari teruskan usaha ulama Berperan aktif dengan dasar pancasila Nusantara tanggung jawab kita
Reff: Hari santri hari santri hari santri Hari santri bukti cinta pada negeri Ridho dan rahmat dari ilahi Nkri harga mati
Ayo santri ayo santri ayo santri Ayo ngaji dan patuh pada kyai Jayalah bangsa, jaya negara Jayalah pesantren kita
Mari bersiap kita berangkat Ke pesantren dengan penuh samangat Raih cita cita luruskan niat Mengabdi tuk kemaslahatan umat
Back to reff ***
Jayalah bangsa negara Jayalah indonesia Jayalah indonesia
3. MP3 dan Instrument Lagu Santri 2018
Video musik tanpa vokal, Instrumental Lagu Hari Santri 2018
Bagi yang membutuhkan Theme Song Hari Santri (Bersama Santri Damailah Negeri) dalam versi MP3 dan musik instrument tanpa vokal, silakan download di tautan berikut ini.
Theme Song Hari Santri (Bersama Santri Damailah Negeri) MP3, UNDUH DI SINI
Musik Instrumental Theme Song Hari Santri (Bersama Santri Damailah Negeri) MP3, UNDUH DI SINI
Amanat pembina upacara dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2018 biasanya menjadi materi yang wajib tersedia dalam pelaksanaan upacara HSN di aneka macam daerah. Sebagaimana diketahui, semarak Hari Santri yang puncaknya diperingati pada tanggal 22 Oktober terjadi di pelbagai tempat dengan aneka macam kegiatan. Salah satunya ialah dengan menggelar upacara bendera atau sekedar apel peringatan Hari Santri.
Pada peringatan Hari Santri di tahun 2018 yang mengambil tema "Bersama Santri Damailah Negeri" (baca: Tema Hari Santri 2018), dua forum telah menyiapkan teks amanat pembina upacara. Pertama ialah Kementerian Agama dengan Amanat Menteri Agama Pada Upacara Hari Santri dan kedua ialah Ketua PBNU dengan Amanat Ketua Umum PBNU Pada Peringatan Hari Santri.
Kedua teks sambutan atau amanat pembina (inspektur) upacara pada upacara peringatan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2018 tersebut sanggup diunduh di belahan simpulan artikel ini.
1. Amanat Menteri Agama RI Pada Upacara Hari Santri 22 Oktober 2018
Amanat Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, pada upacara Hari santri 22 Oktober 2018 ialah sebagai berikut:
AMANAT MENTERI AGAMA Rl PADA UPACARA HARI SANTRI 22 OKTOBER 2018
Assalamu alaikum wr. wb. Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Saudara-saudara peserta upacara yang berbahagia,
Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 perihal Hari Santri merupakan babak gres dalam sejarah umat Islam Indonesia. Mulai hari itu, kita dengan suka cita memperingati Hari Santri yang merupakan wujud kekerabatan harmoni antara pemerintah dan umat Islam, khususnya bagi kalangan kaum santri.
Selama ini kalender pemerintah yang memakai hitungan Masehi selalu mencantumkan tanggal merah ketika bertepatan dengan 1 Hijriyah sebagai Tahun Baru Islam. Tanggal itu memperingati insiden hijrah Nabi Muhammad SAW yang mempertemukan dua kelompok umat Islam, kaum Muhajirin dari Mekkah dan kaum Anshar sebagai penghuni Madinah. Penduduk Madinah atau kaum Anshar tidak mempersoalkan momentum itu disebut Hijriyah yang identik dengan kaum Muhajirin.
Justru sebaliknya, momentum itu membuahkan persaudaraan dan persahabatan yang sangat bersejarah bagi umat Islam, sehingga kedua pihak saling berkontribusi membangun masyarakat madani yang kemudian menjadi referensi ideal peradaban dunia.
Belajar dari sejarah itulah, pemerintah sudah sepatutnya menunjukkan apresiasi bagi usaha kaum santri yang secara faktual menunjukkan andil besar bagi terbentuk dan terjaganya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh alasannya ialah itu, peringatan Hari Santri harus dimaknai sebagai upaya memperkokoh segenap umat beragama semoga saling berkontribusi mewujudkan masyarakat Indonesia yang bermartabat, berkemajuan, berkesejahteraan, berkemakmuran, dan berkeadilan.
Kalangan pesantren dalam hal ini ialah para kiai, santri dan elemen umat Islam yang berguru kepada orang-orang pesantren diperlukan oleh segenap bangsa Indonesia untuk mencurahkan energinya dalam rangka menjaga keutuhan dan persatuan masyarakat di tengah situasi ketika ini yang penuh dengan aneka macam fitnah.
Berkaca pada sejarah, Hari Santri merujuk pada keluarnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang memantik terjadinya insiden heroik 10 November 1945 di Surabaya yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. Resolusi Jihad ialah permintaan ulama-santri yang mewajibkan setiap muslim Indonesia untuk membela kedaulatan Tanah Air dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pada kenyataannya, Resolusi Jihad itu telah melebur sekat-sekat antara kelompok agamis, nasionalis, sosialis, dan seterusnya di kalangan bangsa Indonesia yang bermacam-macam latar belakang. Resolusi Jihad telah menyeimbangkan spiritualitas individu yang bersifat vertikal (hablun minallah) dengan kepentingan bersama yang bersifat horizontal (hablun minannas) melalui fatwa ulama yang mendudukkan nasionalisme sebagai belahan dari perilaku religius.
Saudara-saudara peserta upacara yang berbahagia,
Melalui upacara bendera Hari Santri kali ini, saya ingin memberikan bahwa Kementerian Agama pada peringatan tahun 2018 ini mengusung tema Bersama Santri Damailah Negeri' . Isu perdamaian diangkat sebagai respon atas kondisi bangsa Indonesia yang ketika ini sedang menghadapi aneka macam persoalan, menyerupai maraknya hoaks, ujaran kebencian, polarisasi simpatisan politik, propaganda kekerasan, sampai terorisme.
Hari Santri tahun ini merupakan momentum untuk mempertegas tugas santri sebagai pionir perdamaian yang berorientasi pada spirit moderasi Islam di Indonesia. Dengan aksara kalangan pesantren yang moderat, toleran, dan komitmen cinta tanah air, diperlukan para santri semakin vokal untuk menyuarakan dan meneladankan hidup hening serta menekan lahirnya konflik di tengah-tengah keragaman masyarakat. Marilah kita tebarkan kedamaian, kapanpun, dimanapun, kepada siapapun.
Selamat Hari Santri 22 Oktober 2018 Bersama Santri Damailah Negeri Wassalamu alaikum wr. wb.
Jakarta, 22 Oktober 2018 Menteri Agama Rl Lukman Hakim Saifuddin
Untuk mengunduh Amanat Menteri Agama RI pada upacara Hari Santri 22 Oktober 2018, sila KLIK DI SINI.
2. Amanat Ketua Umum PBNU Pada Peringatan Hari Santri Tanggal 22 Oktober 2018
Berikut ialah amanat Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA., pada peringatan Hari Santri 2018.
AMANAT KETUA UMUM PENGURUS BESAR NAHDLATUL ULAMA PADA PERINGATAN HARI SANTRI TANGGAL 22 OKTOBER 2018
السالم عليكم ورحمة هللا وبركاته بسم هللا الحمد هلل الصالة والسالم على سيدنا وموالنا وحبيبنا وشفيعنا محمد رسول هللا وعلى اله وصحابته ومن تبع سنته وجماعته من يومنا هذا الى يوم النهضة أما بعد
Hari ini 4 tahun lalu, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo menerbitkan keputusan bersejarah. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tanggal 22 Oktober 2015 perihal Hari Santri. Keputusan yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah itu merupakan bukti legalisasi negara atas jasa para ulama dan santri dalam usaha merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. Itulah mengapa Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia ketika ini mengekspresikan rasa syukur dengan memperingati Hari Santri.
Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945. Di hadapan konsul-konsul Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura, di Kantor Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama, Jl. Boeboetan VI/2 Soerabaja, Fatwa Resolusi Jihad NU digaungkan Hadlaratus Syeikh dengan pidato yang menggetarkan:
“...Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe fardloe ‘ain (jang haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak bundar 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi orang-orang jang berada di loear djarak bundar tadi, kewadjiban itoe djadi fardloe kifayah (jang tjoekoep kalaoe dikerdjakan sebagian sadja…).”
Tanpa Resolusi Jihad NU dan pidato Hadlaratus Syeikh itu, tidak akan pernah ada insiden heroik perlawanan rakyat tanggal 10 November di Surabaya yang kelak dikenal dan diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI menurut Pancasila dan bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari aneka macam ancaman. Tahun 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Dârus Salâm. Pernyataan ini ialah legitimasi fikih berdirinya NKRI menurut Pancasila. Tahun 1945,
demi persatuan dan kesatuan bangsa kaum santri baiklah menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia Ir. Soekarno sebagai Waliyyul Amri ad-Dlarûri bis Syaukah, pemimpin sah yang harus ditaati dan menyebut para pemberontak DI/TII sebagai bughat yang harus diperangi. Tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. Tahun 1983/1984, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional (mu’âhadah wathaniyyah). Selepas Reformasi, kaum santri menjadi bandul kekuataan moderat sehingga perubahan konstitusi tidak melenceng dari khittah 1945 bahwa NKRI ialah negara-bangsa, —bukan negara agama, bukan negara suku— yang mengakui seluruh warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama di hadapan konstitusi, tanpa diskriminasi menurut suku, ras, agama, dan golongan.
Untuk menginsyafkan semua pihak dan mengingatkan kita sendiri selaku kaum santri, kenyataan itu perlu diungkapkan: betapa besar saham kaum santri dalam proses berdiri dan tegaknya NKRI. Tanpa kiprah kaum santri, dengan perilaku sosialnya yang moderat (tawassuth), toleran (tasâmuh), proporsional (tawâzun), lurus (i’tidâl), dan masuk akal (iqtishâd), NKRI belum tentu eksis sampai hari ini. Negeri-negeri Muslim di Timur Tengah dan Afrika kini remuk dan porak poranda alasannya ialah ekstremisme dan ketiadaan komunitas penyangga aliran Islam wasathiyyah.
Momentum Hari Santri hari ini perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit “nasionalisme belahan dari iman” (االيمان من الوطن حب) perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme. Islam dan ajarannya tidak sanggup dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama tidak mungkin tanpa berpijak di atas tanah air, alasannya ialah itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan. Hari Santri juga harus digunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhaan, asketisme dan spiritualisme yang menempel sebagai aksara kaum santri. Etos ini penting di tengah merebaknya korupsi, narkoba, LGBT dan hoax yang mengancam masa depan bangsa.
Hari ini santri juga hidup di tengah masa digital. Internet ialah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan insan sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudharat yang sama besar. Internet sanggup digunakan untuk menebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga sanggup digunakan untuk merusak harga diri dan martabat kemanusiaan dengan ujaran kebencian, fitnah dan hoax. Santri perlu ‘memperalat’ teknologi gosip sebagai media dakwah dan sarana membuatkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama (والعقل الدين حفظ), jiwa (النفس حفظ), nalar (العقل حفظ), harta (المال حفظ), keluarga (النسل حفظ), dan martabat (العرض حفظ) seseorang. Kaedah fikih: al- muhâfadhah ala-l qadîmis shâlih wa-l akhdzu bi-l jadîdi-l ashlah senantiasa relevan sebagai bekal kaum santri menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.
Singkatnya, santri harus siap mengemban amanat yang sangat berat, namun mulia: yaitu amanah agama dan tanah air. Juga amanah kalimatul haq. Berani menyampaikan “iya” terhadap kebenaran walaupun semua orang menyampaikan “tidak” dan sanggup menyatakan “tidak” pada kebatilan walaupun semua orang menyampaikan “iya”. Itulah aksara dasar santri sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzaab ayat 72 yang bumi, langit dan gunung tidak berani memikulnya.
“Sesungguhnya Kami telah amanatkan kepada langit, bumi dan gunung-gunung, semuanya enggan memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya insan itu amat zalim dan amat bodoh.”
Alhamdulillah, selama ini santri sanggup mengemban amanat ini. Terbukti, walaupun Mbah Hasyim Asy’ari disiksa Jepang untuk hormat ke arah matahari terbit (seikerei), dia tegas menolak. Kyai Wahid Hasyim sampai Gus Dur juga demikian, selalu menyatakan kalimatul haq, tidak pernah tergiur dengan godaan duniawi apapun.
“Hai manusia, bergotong-royong kesepakatan Allah ialah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kau dan sekali-kali janganlah syaitan yang pintar menipu, memperdayakan kau perihal Allah.”
Khusus untuk anak-anakku para Santri yang ketika ini turut larut dalam kegembiraan perayaan Hari Santri, kalian ialah belahan penting sejarah perubahan bangsa Indonesia mendatang. Nikmati kesederhanaan hidup di Pesantren, meskipun makan dengan lauk seadanya dan sehari-hari mengenakan sarung dan sandal jepit. Sebab, tempaan yang kalian terima di pesantren akan menjadi belahan penting sejarah hidup kalian untuk menjadi langsung yang mandiri, berempati dan berkarakter. Suatu langsung yang dibutuhkan dalam penegakan agama, pengelolaan bangsa dan negara
Akhirnya, mewakili santri se-nusantara, saya Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama memberikan terima kasih kepada Presiden Ir. H. Joko Widodo yang sudah memutuskan hari santri sebagai hari nasional.
Saya tegaskan, penetapan hari santri bukan intervensi pemerintah terhadap pesantren. Tetapi merupakan bentuk penghargaan kepada santri dan kaum pesantren yang terus menanamkan keluhuran susila dan kemandirian sebagai jati dirinya, sehingga membentuk aksara bangsa.
Peringatan Hari Santri tahun 2018 ini juga terasa begitu istimewa. Karena seiring peringatan hari santri tahun ke-empat ini ditetapkan RUU perihal Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sebagai RUU usul inisiatif DPR. Penetapan RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan ini kita nilai sebagai berkah dan karunia agung dari Allah SWT. Nahdlatul Ulama bersyukur dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berjuang melahirkan rancangan undang-undang ini di DPR.
Akhirnya, mari kita berjuang bersama. Agar santri tidak hanya menjadi shoutul haq, melainkan sekaligus menjadi qororul haq (pemegang kebijakan).
Selamat Hari Santri 2018. Terima kasih Presiden Jokowi.
شكرا ودمتم في الخير والبركة والنجاح وهللا الموفق إلى أقوم الطريق والسالم عليكم ورحمة هللا وبركاته
Jakarta, 22 Oktober 2018 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA. Ketua Umum
Untuk mengunduh amanat Ketua Umum PBNU pada peringatan Hari Santri Tanggal 22 Oktober 2018, sila KLIK DI SINI.
Itulah kedua sambutan atau amanat pembina upacara (inspektur upacara) peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2018. Memilih amanat pembina upacara Hari Santri versi Menteri Agama RI atau amanat Ketum PBNU sah-sah saja sesuai dengan selera.
Menyambut peringatan Hari Santri 2018, Kementerian Agama RI telah meluncurkan tema, logo, dan rangkaian kegiatan Hari Santri 2018. Launching yang dilakukan pada pertengahan Agustus itu, memperkenalkan tema Hari Santri 2018, logo Hari Santri 2018, dan rangkaian kegiatan yang akan digelar oleh Kementerian Agama dalam rangka memperingati hari santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober mendatang.
Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, ditetapkan oleh Presiden RI, Joko Widodo, melalui Kepres Nomor 22 Tahun 2015.
Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri merujuk pada kejadian dikeluarkannya Resolusi Jihad. Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari, pada tanggal 22 Oktober 1945 mengumumkan fatwanya yang kemudian dikenal sebagai Resolusi Jihad yang memuat seruan bahwa setiap Muslim wajib memerangi penjajah. Sehingga pejuang yang gugur dalam peperangan melawan penjajah pun dianggap mati syahid.
Resolusi jihad ini dikeluarkan seiring dengan kembalinya tentara kolonial belanda yang mengatasnamakan NICA ke Indonesia yang gres merdeka beberapa bulan.
Seruan jihad ini mengkremasi semangat para santri dan arek-arek Surabaya yang kemudian memicu terjadinya kejadian 10 November 1945 di Surabaya yang kemudian juga diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Tema Hari santri 2018 yang ditetapkan oleh Kementerian Agama adalah Bersama Santri Damailah Negeri.
Sebagaimana ayomadrasah lansir dari situs remi kemenag, kemenag.go.id, santri tidak hanya mereka yang lulusan pondok pesantren, tetapi ialah mereka umat Islam yang mempunyai basis keilmuan memadai dan mempunyai daya pikir terbuka serta berbagi agama Islam dalam rangka mendamaikan dan menjadi rahmatan lil alamin.
"Santri dalam pengertian luas ialah umat muslim yang mempunyai basis pengetahuan memadai dan mempunyai cara berpikir terbuka dan menebarkan pemikiran islam dalam mewujudkan kedemaian di tengah-tengah kehidupan", ujar Menag.
Sehingga dengan tema Bersama Santri Damailah Negeri, dibutuhkan kaum santri menyadari tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga, memelihara, dan merawat keindonesiaan.
2. Logo Hari Santri 2018
Logo Hari santri 2018 ialah gambar siluet sepasang santri dan santriwati yang mengenakan peci dan kerudung. Dilengkapi dengan secarik bendera merah putih dan ornamen berwarna hijau. Logo juga dilengkapi dengan tema Hari santri 2018, Bersama santri Damailah Negeri dan goresan pena Hari Santri 22 Oktober 2018.
Penampilan logo Hari Santri Tahun 2018 ialah sebagai berikut.
Berikut ini ialah rangkaian kegiatan yang akan digelar dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri Tahun 2018.
11 - 12 Agustus : Kopdar Akbar Santrinet Nusantara dan Car Free Day Bershalawat bersama Nissa Sabyan di Jakarta
29 - 31 Agustus : Pesan Trend (Ngaji kitab Ihya’ ulum al-din bersama Gus Ulil Abshar Abdalla) di Jakarta
September-Oktober : Pesantren Business Challenge (ajang pengembangan ekonomi dan bisnis di lingkungan pesantren)
18 – 20 September : Muktamar Pemikiran Santri Nusantara di Yogyakarta
19 September : Ketika Kyai, Nyai, Santri Berpuisi dan Pegon Exhibition di Yogyakarta
1 – 7 Oktober : Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) di Jambi
21 Oktober : Santriversary (Malam puncak Hari Santri) di Bandung
Theme Song Hari Santri 2018
Dengan ditetapkannya tema dan logo hari santri 2018, dibutuhkan masyarakat lebih antusias dalam memperingati hari santri. Termasuk bagi madrasah-madrasah di bawah naungan Kementerian Agama sanggup mensosialisasikannya sehingga hari santri tidak hanya dimiliki oleh pesantren saja melainkan oleh segenap bangsa Indonesia.